
SUMENEP – Detikposnews.com // Pernyataan kontroversial Kepala Bea Cukai Madura, Novian Darmawan memasuki babak baru. Pakar Hukum Peradi Madura Raya, Syaiful Bahri, S.H., akan berkirim surat kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Hal itu ia sampaikan terhadap sejumlah media, agar institusi yang berkewenangan segera memberikan saksi tegas kepada Kepala Bea dan Cukai Madura, Novian Darmawan yang diduga menciderai penegakan aturan dan hukum di Indonesia.
Menurut Syaiful Bahri, seorang praktisi hukum dan berprofesi advokat menegaskan bahwa dalam hirarki kepemimpinan, Dirjen Bea dan Cukai turut bertanggungjawab karena memiliki tugas dan fungsi dalam pelayanan, pengawasan, penegakan hukum, bagi bawahannya yang berbuat kesalahan baik pelanggaran kode etik, administratif, dan Pidana.
Untuk itu, ia mendesak Dirjen Bea dan Cukai segera memanggil Novian Darmawan yang menyatakan bahwa upeti di seluruh nusantara memang ada.
” Dirjen Bea dan Cukai selaku pimpinan tertinggi di sebuah unit eselon satu di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, harus bersikap tegas dan cepat untuk memanggil klKepala Bea Cukai Madura, untuk memastikan pernyataannya. Ingat jangan sama artikan upeti dengan pajak, karena beda jauh artian hukumnya,”tegas Ipung, panggilannya. Rabu (27/08/2025)
Namun, Direktur Jenderal Bea dan Cukai juga harus bertanggung jawab atas pernyataan Kepala Bea dan Cukai madura.
Jika Dirjen Bea dan Cukai selaku pimpinan tertinggi yang memiliki kebijakan tidak segera menindak tegas, maka publik akan menilai pihaknya telah gagal melaksanakan pengawasan terhadap bawahannya.
Ia juga menuturkan akan berkirim surat ke DPR – RI Komisi XI, agar dilakukan pemanggilan terhadap Dirjen Bea Cukai dan Kepala Bea dan Cukai Madura Novian Darmawan untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya.
Selain itu, ia juga akan berkirim surat kepada menteri keuangan republik Indenesia, karena selaku penanggungjawab eselon satu Dirjen Bea dan Cukai Republik Indonesia.
” Yang jelas, pernyataan Kepala Bea dan Cukai madura itu telah mencederai institusinya. Semestinya, ia segera klarivikasi jangan malah bungkam,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Bea dan Cukai Madura, Novian Darmawan dihubungi via Whatsapp oleh Tim tidak menjawab. Padahal, beberapa kali upaya konfirmasi akan tetapi terkesan sengaja bungkam. (Mul)








