
SUMENEP – Detikposnews.com // Seorang oknum yang mengatasnamakan diri sebagai bagian dari Relawan Masyarakat Kangean (RMK), dan diketahui aktif menolak kegiatan seismik Migas di wilayah Kangean, kini menjadi sorotan publik. Oknum tersebut diduga terlibat dalam penggelapan uang milik sejumlah warga dengan berbagai modus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, seseorang yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa dugaan pertama terkait penggelapan uang sambungan listrik PLN, di mana beberapa warga mengaku telah menyetorkan uang hingga puluhan juta rupiah, namun sambungan listrik yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi hingga kini.
” Selain itu, oknum yang sama juga disebut menerima uang titipan pembelian hand tractor, namun barang yang dijanjikan tidak pernah diserahkan, dan uang warga pun tidak dikembalikan, ” ungkapnya.
Tidak berhenti disitu, dari keterangan sejumlah sumber, seorang sumber menyebut bahwa oknum tersebut juga pernah mengurus pemulangan orang terlantar dengan memungut dana yang disebut jauh melebihi ketentuan resmi. Kasus ini bahkan sempat menjadi perbincangan hangat masyarakat karena nominalnya mencapai sekitar Rp50 juta.
Menurut seorang sumber yang sama, oknum yang bersangkutan juga disebut tidak transparan dalam pengurusan pemulangan jenazah, serta beberapa kali berseteru secara terbuka dengan pemilik perahu lantaran pembayaran jasa angkut yang tak kunjung dilunasi.
” Sejumlah warga yang merasa dirugikan berencana menempuh jalur hukum untuk menuntut pertanggungjawaban atas perbuatan tersebut, ” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terlapor maupun perwakilan RMK belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan-dugaan tersebut berhubung media Detikposnews.com belum mendapatkan akses konfirmasi. (Myd)






