
Banyuwangi – Detikposnews.com // Upaya percepatan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Kecamatan Licin kini memasuki babak baru. Camat Licin, Donny Arsilo Sopyan, S.E., M.M., resmi membuka terobosan inovatif yang menggabungkan pelayanan publik dengan nuansa budaya dan kuliner tradisional. “Jadoel”, sebuah kegiatan kuliner jaman doloe yang memungkinkan warga berkumpul dan bisa mengurus dokumen kependudukan sambil menikmati jajanan jadul khas Banyuwangi.
Dengan mengusung slogan “Kapan Lagi Urus Administrasi Kependudukan Sambil Menikmati Jajanan Jadoel? Merajut Budaya, Menyatu dalam Rasa.”, program ini langsung mencuri perhatian masyarakat. Warga yang hadir bukan hanya mendapat kemudahan pelayanan, tetapi juga merasakan suasana meriah yang dipenuhi kuliner tradisional dan iringan musik khas daerah.

Camat Licin Donny Arsilo Sopyan menegaskan bahwa inovasi ini lahir dari keinginan menghadirkan pelayanan yang dekat, cepat, dan menyenangkan bagi masyarakat.
“Kita ingin masyarakat merasa bahwa pelayanan publik itu tidak harus kaku. Lihat sendiri, semua kumpul, jajan enak, sambil ditemani musik tradisional. Pelayanan tetap jalan, tetapi suasananya lebih akrab dan membangun kebersamaan,” ujarnya.
Program di “Jadoel” tidak hanya memberikan pengalaman berbeda, tetapi juga menyediakan berbagai layanan kependudukan secara GRATIS, mulai dari Kartu Keluarga (KK), KTP-el, Kartu Identitas Anak (KIA), Akta Kelahiran, Akta Kematian, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Warga yang datang hanya perlu memastikan bahwa semua persyaratan administrasi telah lengkap sebelum mengajukan layanan.

Menariknya, pelayanan ini dibuka secara rutin setiap Sabtu malam (Malam Minggu) mulai pukul 18.00 WIB, berlokasi di Dusun Karangan Tengah, Desa Licin, Banyuwangi.
Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah kecamatan untuk mendukung tumbuhnya ekonomi lokal melalui UMKM jajanan tradisional serta melestarikan budaya musik daerah.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama program diluncurkan. Banyak warga yang datang tidak hanya untuk mengurus dokumen, tetapi juga sekadar menikmati suasana malam, mencicipi jajanan jadul, dan berinteraksi dengan tetangga serta perangkat desa.
Camat Donny berharap inovasi ini menjadi contoh bagaimana pelayanan publik dapat dikemas lebih humanis dan kreatif tanpa mengurangi kualitas dan ketepatan prosedur administrasi.
“Yuk, dukung terus ekonomi dan budaya lokal! Pastikan persyaratan anda lengkap, dan sampai ketemu di Jadoel,” tambahnya.
Dengan hadirnya program di “Jadoel”, Kecamatan Licin menunjukkan langkah nyata dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern, efektif, sekaligus menghidupkan kembali tradisi dan kebersamaan masyarakat. Sebuah inovasi yang bukan hanya menyelesaikan persoalan administrasi, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan budaya di tengah masyarakat.
Penulis: Marta Detikposnews.com







