
OKU – Detikposnews.com // Proyek peningkatan jalan cor beton di Desa Srimulya (Unit 14), Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kini menjadi potret buram lemahnya tata kelola proyek publik. Hasil penelusuran mendalam Tim Investigasi Detikposnews.com di lapangan membuktikan bahwa klaim perbaikan dalam masa pemeliharaan diduga kuat tidak lebih dari narasi formalitas yang bertolak belakang dengan realita.
Warga Kecewa: “Tak Ada Satupun Aktivitas Perbaikan”
Kekecewaan masyarakat kian memuncak melihat kondisi jalan yang belum seumur jagung namun telah rusak berat. Salah satu warga yang melintas di lokasi menyampaikan kekesalannya:
“Katanya mau segera diperbaiki karena masih masa pemeliharaan, tapi sampai sekarang tidak ada satu pun pekerja atau material yang datang. Jangan sampai masyarakat cuma dikasih harapan kosong,” ujarnya kepada tim investigasi, Rabu (14/01/2026).
Fakta ini memperlihatkan jurang yang lebar antara pernyataan resmi dan kondisi nyata di lapangan.
Fakta Investigasi: Klaim Perbaikan Terbantahkan
Dokumentasi visual yang diambil langsung di titik proyek menunjukkan kondisi beton retak, amblas, dan membahayakan pengguna jalan. Tidak terlihat aktivitas perbaikan sedikit pun.
Tim Detikposnews.com mencatat:
Kondisi lapangan stagnan: Tidak ada mobilisasi material, alat berat, maupun tenaga kerja.
Informasi publik menyesatkan: Narasi dan foto yang menyebut adanya progres perbaikan terbukti tidak sesuai fakta dan patut diduga sebagai upaya pengaburan kondisi sebenarnya.
Pengawasan sangat lemah: Dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp 494.250.000, mutu pekerjaan dan tanggung jawab pascakonstruksi dipertanyakan serius.
Janji PPK & Kontraktor Dipertanyakan
Sebelumnya, Novri Ardiyansyah selaku PPK menyampaikan akan segera memerintahkan pelaksana melakukan perbaikan. Namun hingga berita ini diterbitkan, janji tersebut tidak terealisasi di lapangan.
Kelalaian pihak pelaksana, CV Kesuma Baru Indah, dalam merespons kerusakan ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kompetensi, komitmen, dan profesionalitas kontraktor pemenang tender.
Uang Negara Dipertaruhkan
Detikposnews.com menilai proyek ini berpotensi menjadi contoh nyata pemborosan uang rakyat bila tidak segera ditangani serius. Dengan anggaran hampir setengah miliar rupiah, publik berhak mengetahui apakah dana tersebut benar-benar menghasilkan infrastruktur berkualitas atau justru berakhir sebagai proyek gagal yang merugikan masyarakat.
Detikposnews.com akan melakukan pemantauan harian di lokasi proyek guna memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara serta mendorong pihak terkait bertanggung jawab sepenuhnya.
Laporan: Tim Investigasi Detikposnews.com
Sarpani






