
Lebak, – Aktivis Lebak Selatan desak Badan Gizi Nasional (BGN) beri sanksi Dapur MBG atau SPPG Yayasan Amanah Permas Agung Kecamatan Cigemblong sesuai peraturan, pasalnya dengan video klarifikasi yang beredar, Kepala SPPG tersebut mengakui ada kelalaian pendistribusian MBG telur mentah kepada penerima manfaat.
Menurut Bucek, video klarifikasi dari Kepala SPPG Yayasan Amanah Permas Agung Kecamatan Cigemblong yang mengakui ada kelalaian harus ditindaklanjuti oleh BGN untuk di evaluasi.
“Kita hargai dan hormati pengakuan kelalaian Kepala SPPG, namun proses evaluasi dan sanksi harus dilakukan oleh BGN dengan tegas sesuai peraturan yang berlaku. Dengan kejadian tersebut, menurutnya ada rantai divisi tugas yang tidak sesuai atau berjalan. Hal ini agar menjadi contoh kepada SPPG lainnya agar jangan sembarangan dan melakukan hal-hal nakal,” ujarnya, Senin 26 Januari 2026.
Bucek mendesak, BGN dengan tegas segera menindaklanjuti kelalaian SPPG sesuai dengan peraturan dan juknis yang berlaku.
“Kita pinta BGN Deputi bidang Pemantauan dan Pengawasan segera tindaklanjuti, meskipun menu makanan mentah ini buka merupakan Kejadian Menonjol (KM), namun menjadi sorotan publik, sanksi harus tetap diberikan. Sanksi sesuai juknis dapat berupa Teguran Tertulis, Penghentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah melalui penolakan proposal, penghentian sementara layanan atau pemblokiran Virtual Akun. Ya sesuai kesalahan yang dilakukan saja, jika terlalu parah dan fatal, baru dilakukan Penghentian Permanen, Pembatalan PKS dan juga proses Pidana. Jika dilihat dari kesalahan, kami kira cukup dengan teguran tertulis dan penghentian sementara untuk di evaluasi,” paparnya.
Sebelumnya ramai diperbincangkan dan disoroti publik, beredar video yang menjadi viral, MBG menu makanan mentah seperti telur mentah dan jagung mentah di SMAN 1 Cigemblong Lebak Banten. Sehingga banyak orang menghujat program MBG di wilayah tersebut, kemudian hal tersebut di klarifikasi oleh Kepala SPPG yang meminta maaf dan mengakui ada kelalaian dan berjanji akan mengevaluasinya.






