
BINJAI – Detikposnews.com // Kasus kecelakaan tunggal yang melibatkan pengemudi mobil Honda Brio BK 1799 RAA di Pasar Kaget, Kota Binjai, terus menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena insiden tabrakan yang merusak empat kios dan melukai warga, tetapi juga karena pernyataan berbeda dari pihak kepolisian soal hasil tes narkoba pengemudi.
Pengemudi wanita bernama Wike Rahayu sebelumnya sempat disebut terindikasi positif narkoba jenis amfetamin. Pernyataan itu disampaikan oleh Kasi Humas Polres Binjai, AKP Junaidi, pada Senin (16/3/2026) siang.
Namun, hanya berselang beberapa jam, polisi justru memberikan klarifikasi yang berbanding terbalik. Dalam pemeriksaan lanjutan yang dilakukan sore harinya, hasil tes urin Wike dinyatakan negatif.
Kasatres Narkoba Polres Binjai, AKP Ismail Pane, menegaskan bahwa hasil terbaru menjadi acuan utama.
“Wike sudah kita lakukan tes urin, hasilnya negatif. Untuk perkembangan selanjutnya silakan ke Satlantas,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Namun saat ditanya soal dasar pernyataan awal yang menyebut positif, pihak kepolisian tidak memberikan penjelasan rinci. Ismail hanya menyebut bahwa penentuan positif atau negatif harus berdasarkan hasil resmi dari tim medis (Dokkes).
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Indra Jansen Girsang, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal memang belum pasti.
“Pemeriksaan dini yang dilakukan sekitar pukul 03.15 WIB hasilnya masih samar-samar. Karena itu dilakukan tes ulang pada pukul 17.30 WIB, disaksikan berbagai pihak, dan hasilnya negatif,” jelasnya.
Empat Kios Hancur, Lima Orang Luka
Kecelakaan tersebut tergolong kecelakaan tunggal, namun berdampak besar. Mobil yang dikemudikan Wike menabrak empat kios secara beruntun di kawasan Pasar Kaget.

Akibatnya, lima orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Djoelham untuk mendapatkan perawatan.
“Syukur, tiga korban sudah pulang, dua lainnya masih dirawat,” kata Indra.
Mobil Brio yang dikendarai Wike mengalami kerusakan parah di bagian depan, dengan airbag mengembang—menandakan benturan cukup keras.
Tanpa SIM, Sikap Pengemudi Disorot
Kasus ini semakin menyedot perhatian karena Wike diketahui tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) saat berkendara. Selain itu, sikapnya saat diamankan juga menuai kritik karena dinilai tidak menunjukkan rasa bersalah.
Meski demikian, pihak Satlantas belum memberikan jawaban tegas terkait kemungkinan penahanan terhadap pengemudi. Polisi hanya menyatakan bahwa penanganan akan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Polisi Dorong Penyelesaian Damai
Di tengah sorotan publik, Satlantas Polres Binjai justru mengedepankan pendekatan restorative justice (RJ). Polisi berupaya memediasi antara pihak pengemudi dan korban agar kasus diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kami upayakan adanya mediasi agar tercapai perdamaian antara kedua pihak,” ujar Indra.
Namun hingga kini, keluarga Wike disebut belum mendatangi pihak kepolisian untuk proses tersebut.
Publik Menuntut Transparansi
Perbedaan pernyataan dalam waktu singkat terkait hasil tes narkoba ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik menilai aparat perlu lebih transparan dan konsisten dalam menyampaikan informasi, terlebih untuk kasus yang telah viral dan menyita perhatian luas.
Kasus ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas, tetapi juga menjadi ujian bagi kredibilitas penegakan hukum di mata masyarakat.(Tejo)









