
Banyuwangi – Detikposnews.com // Fenomena kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram atau yang kerap disebut “gas melon” kini menjadi persoalan serius di hampir seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi. Kondisi ini menuai keluhan luas dari masyarakat, terutama karena terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri, saat kebutuhan rumah tangga meningkat tajam.
Situasi di lapangan justru berbanding terbalik dengan pernyataan Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. Mujiono, M.Si, yang sebelumnya menyebutkan bahwa ketersediaan gas dalam kondisi aman dan terkendali. Realitas yang dialami masyarakat menunjukkan hal sebaliknya—kelangkaan terjadi secara nyata dan merata.
Warga di berbagai kecamatan mengaku kesulitan mendapatkan gas melon 3 kg. Antrean panjang, stok kosong di pangkalan, hingga harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain menjadi pemandangan yang kini lazim ditemui.
Salah satu warga Kecamatan Glenmore, Indra, mengungkapkan betapa sulitnya mendapatkan gas tersebut. Ia harus menghabiskan waktu hampir seharian penuh untuk mencari tabung gas demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Saya keliling dari pagi sampai sore, hampir semua tempat kosong. Akhirnya dapat juga, tapi harganya sudah tidak wajar,” ungkap Indra dengan nada kecewa.

Menurut informasi yang dihimpun di wilayah Glenmore, sejumlah pengecer yang masih memiliki stok menjual gas melon dengan harga berkisar antara Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung. Harga tersebut jelas lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Meski merasa keberatan, masyarakat terpaksa tetap membeli karena kebutuhan yang mendesak, terlebih menjelang Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas memasak di rumah tangga.
“Kami tidak punya pilihan. Mau tidak mau harus beli, walaupun mahal. Yang penting bisa masak untuk keluarga,” ujar seorang warga lainnya.
Fenomena ini memunculkan dugaan adanya persoalan dalam distribusi, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya praktik penimbunan oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi gas subsidi, serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Jika tidak segera diatasi, kelangkaan ini dikhawatirkan akan semakin memperparah beban masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas melon sebagai kebutuhan pokok sehari-hari, terutama di momen penting seperti Idul Fitri. (Red)





