
BANYUWANGI, 31 Maret 2026 — Detikposnews.com // Di bawah atap pendopo Balai Desa Sragi yang sederhana namun sarat makna, denyut demokrasi desa kembali berdegup. Babinsa Desa Sragi dari Koramil 0825/20 Songgon, Serka Suhartono, tampil sebagai penjaga garis terdepan dalam sosialisasi akhir jabatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sekaligus proses pengisian anggota BPD masa bhakti 2026–2031. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026, pukul 13.30 WIB itu dihadiri lebih dari 50 peserta yang mewakili segenap lapisan masyarakat Desa Sragi, Kecamatan Songgon.
Kehadiran Serka Suhartono bukan sekadar formalitas seragam. Ia mendampingi secara aktif jalannya forum yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sragi, Hartono, S.H., Ketua BPD beserta seluruh anggotanya, para Kepala Dusun se-Desa Sragi, staf desa, perwakilan RT/RW, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat. Sambutan demi sambutan mengalir—dari Kades Sragi hingga Ketua BPD—menegaskan bahwa transisi kepemimpinan di lembaga musyawarah desa ini harus berjalan bersih, transparan, dan sesuai amanah peraturan yang berlaku. Seluruh rangkaian acara berjalan tertib, lancar, dan kondusif hingga selesai tanpa hambatan satu pun.
Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kaveleri Andoko, menegaskan bahwa pendampingan semacam ini adalah cerminan nyata dari fungsi Babinsa sebagai mitra sejati masyarakat desa. *”Babinsa bukan hanya hadir saat keadaan darurat. Justru di momen-momen demokrasi seperti inilah peran kami paling dirasakan—memastikan setiap proses berjalan aman, sah, dan bermartabat. Serka Suhartono menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, dan itu adalah kebanggaan kami,”* tegas Kapten Andoko. Ia menambahkan bahwa TNI AD, khususnya jajaran Koramil Songgon, berkomitmen penuh mendukung kemandirian dan kemajuan desa melalui pendekatan teritorial yang humanis.
Pergantian pengurus BPD Desa Sragi ini menjadi penanda penting: bahwa roda pemerintahan desa terus berputar, regenerasi berjalan, dan rakyat tidak berjalan sendirian. Di setiap sudut forum itu, sosok Babinsa berdiri—bukan untuk mengatur, melainkan untuk melindungi dan memastikan suara rakyat desa tetap lantang dan terlindungi. Sebab di sinilah sesungguhnya fondasi bangsa dibangun—satu desa, satu musyawarah, satu tekad.
~Kodim Banyuwangi semakin produktif,
#Produktif,
#Bhirawaanoraga.






