
Detikposnews.Com//.Lebak-Momentum pemilihan Ketua PGRI Kecamatan Wanasalam seharusnya menjadi ajang mempererat kebersamaan, bukan justru menciptakan sekat-sekat di antara sesama. Hal tersebut disampaikan oleh Apit Ikhsan Maulana, seorang guru dari SMKN 1 Wanasalam. Ia menegaskan bahwa semangat utama dalam proses ini adalah persatuan dan solidaritas demi kemajuan organisasi serta peningkatan kualitas pendidikan.
Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai menimbulkan perpecahan. PGRI sebagai wadah profesi guru harus tetap menjadi ruang yang inklusif, harmonis, dan saling mendukung.
Momentum pemilihan Ketua PGRI Kecamatan Wanasalam seharusnya menjadi ajang mempererat kebersamaan, bukan justru menciptakan sekat-sekat di antara sesama. Hal tersebut disampaikan oleh Apit Ikhsan Maulana, seorang guru dari SMKN 1 Wanasalam. Ia menegaskan bahwa semangat utama dalam proses ini adalah persatuan dan solidaritas demi kemajuan organisasi serta peningkatan kualitas pendidikan.
Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai menimbulkan perpecahan. PGRI sebagai wadah profesi guru harus tetap menjadi ruang yang inklusif, harmonis, dan saling mendukung.
Terlihat situasi dalam pemilihan ini guru SMK /SMA tak dapat undangan dalam pemilihan ketua PGRI kecamatan Wanasalam yang dilaksanakan tanggal 18 April 2026
Situasi dalam pemilihan Ketua PGRI Kecamatan Wanasalam yang dilaksanakan pada 18 April 2026 menimbulkan perhatian, khususnya karena guru SMA dan SMK terlihat tidak mendapatkan undangan untuk berpartisipasi. Hal ini disampaikan oleh Apit Ikhsan Maulana, yang menilai bahwa kondisi tersebut berpotensi mengurangi semangat kebersamaan di tubuh organisasi.
Menurutnya, PGRI sebagai wadah profesi seharusnya mengedepankan prinsip inklusivitas dan merangkul seluruh jenjang pendidikan tanpa terkecuali. Tidak dilibatkannya sebagian guru dapat menimbulkan kesan adanya pengkotakan, yang bertentangan dengan semangat persatuan yang seharusnya dijunjung tinggi.
Ia berharap ke depan proses organisasi dapat berjalan lebih terbuka, transparan, dan melibatkan seluruh elemen guru, baik dari tingkat SD, SMP, maupun SMA/SMK, agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi bersama.
Momentum Pemilihan Ketua PGRI Kecamatan Wanasalam itu bersatu bukan Mengkotak Kotakan . Pernyataan Apit Ikhsan Maulana seorang Guru SMKN 1 Wanasalam
Momentum pemilihan Ketua PGRI Kecamatan Wanasalam seharusnya menjadi ajang mempererat kebersamaan, bukan justru menciptakan sekat-sekat di antara sesama. Hal tersebut disampaikan oleh Apit Ikhsan Maulana, seorang guru dari SMKN 1 Wanasalam. Ia menegaskan bahwa semangat utama dalam proses ini adalah persatuan dan solidaritas demi kemajuan organisasi serta peningkatan kualitas pendidikan.
Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai menimbulkan perpecahan. PGRI sebagai wadah profesi guru harus tetap menjadi ruang yang inklusif, harmonis, dan saling mendukung.
Situasi dalam pemilihan Ketua PGRI Kecamatan Wanasalam yang dilaksanakan pada 18 April 2026 menimbulkan perhatian, khususnya karena guru SMA dan SMK terlihat tidak mendapatkan undangan untuk berpartisipasi. Hal ini disampaikan oleh Apit Ikhsan Maulana, yang menilai bahwa kondisi tersebut berpotensi mengurangi semangat kebersamaan di tubuh organisasi.
Menurutnya, PGRI sebagai wadah profesi seharusnya mengedepankan prinsip inklusivitas dan merangkul seluruh jenjang pendidikan tanpa terkecuali. Tidak dilibatkannya sebagian guru dapat menimbulkan kesan adanya pengkotakan, yang bertentangan dengan semangat persatuan yang seharusnya dijunjung tinggi.
Ia berharap ke depan proses organisasi dapat berjalan lebih terbuka, transparan, dan melibatkan seluruh elemen guru, baik dari tingkat SD, SMP, maupun SMA/SMK, agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi bersama.
Kalau kamu mau, saya bisa bantu ubah ini jadi rilis berita resmi atau pernyataan pers yang lebih tegas.Jangan dijadikan kepentingan kepentingan seklompok orang
Momentum pemilihan Ketua PGRI Kecamatan Wanasalam yang dilaksanakan pada 18 April 2026 seharusnya menjadi ruang demokrasi yang menjunjung tinggi kebersamaan dan keterbukaan, bukan justru mengarah pada kepentingan kelompok tertentu. Hal ini disampaikan oleh Apit Ikhsan Maulana, yang menyoroti pentingnya menjaga netralitas dan keadilan dalam proses organisasi.
Menurutnya, PGRI sebagai wadah profesi guru harus berdiri di atas semua golongan. “Jangan sampai momentum ini dijadikan kepentingan sekelompok orang, karena PGRI adalah milik bersama seluruh guru,” tegasnya.
Ia berharap ke depan seluruh proses pemilihan dapat dilakukan secara inklusif, transparan, dan melibatkan semua unsur guru, baik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK, sehingga semangat persatuan benar-benar terwujud.
Penulis:( Bayu)




