
BANYUWANGI – Detikposnews.com // Upaya memperkuat sinergi dalam pengelolaan lingkungan dan kehutanan terus digencarkan. Hal itu terlihat dalam kunjungan jajaran Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat ke Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RKB), yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi, Selasa (5/5/2026).
Rombongan KPH Banyuwangi Barat dipimpin langsung oleh Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, S.Hut, didampingi Wakil Administratur Indra Gunawan, Kasi PPB Iwan Susanto, Kasi PE Sunardi, serta KS Hukum Kepatuhan Eko Hadi. Kedatangan mereka disambut oleh Ketua RKB, Hakim Said, S.H., bersama jajaran pengurus, di antaranya Taufik Hidayat, S.E. (Sekretaris 2 RKB), Advokat di Firma Hukum Rumah Advokasi Kebangsaan Banyuwangi (RAKB) Krisno Jatmiko, S.H., M.H., dan Winarso, S.H., serta Andre dan Oka selaku Ketua dan Sekretaris Garda Lestari, lembaga lingkungan di bawah naungan RKB.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama strategis, mulai dari pengembangan eko wisata berbasis masyarakat, program penghijauan, hingga penanaman komoditas bernilai ekonomi seperti vanili di kawasan hutan.
Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami melihat Rumah Kebangsaan Banyuwangi memiliki potensi besar sebagai mitra strategis. Sinergi ini tidak hanya soal menjaga hutan, tetapi juga bagaimana menghadirkan nilai ekonomi melalui eko wisata dan budidaya tanaman seperti vanili yang prospektif,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif dengan melibatkan komunitas lokal akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa program kehutanan juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tanpa mengabaikan prinsip kelestarian,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua RKB, Hakim Said, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai langkah konkret membangun kolaborasi antara sektor kehutanan dan gerakan sosial kemasyarakatan.
“Kunjungan ini menjadi energi positif bagi kami. RKB siap menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong program-program berbasis lingkungan, termasuk eko wisata dan penghijauan yang melibatkan generasi muda,” kata Hakim Said.
Menurutnya, keberadaan Garda Lestari di bawah RKB akan menjadi motor penggerak dalam implementasi program-program lingkungan tersebut. “Kami ingin gerakan ini tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan,” tegasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama berkelanjutan antara KPH Banyuwangi Barat dan RKB dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.




