
BANYUWANGI – Detikposnews.com // Lembaga Diskusi Kajian Sosial Pilar Jaringan Aspirasi Masyarakat (LDKS PIJAR) menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, Lc., M.E.I., Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung, sebagai Ketua RMI NU Kabupaten Banyuwangi masa khidmat 2026–2031, Rabu (20/05/2026).
Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap sosok yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta komitmen kuat dalam membangun dan mengembangkan pesantren di Banyuwangi. Terpilihnya Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at diharapkan dapat membawa semangat baru dalam memperkuat peran pondok pesantren sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui Ketua Umumnya, Bondan Madani, LDKS PIJAR menyampaikan harapan besar agar kepemimpinan baru di tubuh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Banyuwangi mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan pesantren, khususnya di tengah tantangan perkembangan zaman yang terus bergerak dinamis.
Menurut Bondan, pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, sosial, dan kebangsaan. Oleh karena itu, keberadaan organisasi yang menaungi pesantren seperti RMI NU memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan Islam serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
“Atas nama keluarga besar LDKS PIJAR, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, Lc., M.E.I. atas amanah yang diberikan sebagai Ketua RMI NU Kabupaten Banyuwangi masa khidmat 2026–2031. Kami berharap beliau dapat membawa semangat pembaruan, memperkuat persatuan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pesantren di Banyuwangi,” ujar Bondan Madani.
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang lahir dari proses organisasi diharapkan mampu menghadirkan program-program yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pesantren yang selama ini menjadi fondasi pendidikan Islam di Indonesia.
Bondan juga menilai bahwa pesantren saat ini bukan hanya menjadi tempat pendidikan agama semata, tetapi telah berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi umat, hingga pembentukan karakter generasi muda.
Dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at diyakini mampu mengemban amanah tersebut dengan baik. Sinergi antara tokoh agama, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen lainnya juga dinilai penting dalam mendukung keberhasilan program kerja RMI NU ke depan.
LDKS PIJAR berharap kepemimpinan baru RMI NU Kabupaten Banyuwangi dapat menjadi wadah yang semakin memperkuat kolaborasi antarpesantren, meningkatkan kualitas pendidikan, serta melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era modern.
Terpilihnya kepengurusan baru ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penguatan peran pesantren sebagai pilar penting dalam membangun sumber daya manusia yang religius, berwawasan luas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi di Kabupaten Banyuwangi.
Sumber : LDKS PIJAR




