{"source_type":"vicut","data":{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"17.9.0","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"22FLSUJ6-RG0L-KNV3-1WMB-XHR5KOVPZ5C6","pictureId":"22FLSUJ6-RG0L-KNV3-1WMB-XHR5KOVPZ5C6","capability_name":"capcut_photo_editor"},"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"17.9.0","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"22FLSUJ6-RG0L-KNV3-1WMB-XHR5KOVPZ5C6","pictureId":"22FLSUJ6-RG0L-KNV3-1WMB-XHR5KOVPZ5C6","capability_name":"capcut_photo_editor"}"}
Detikposnews.com//Lebak-Syukuran anak bisa jalan pasangan suami istri, mansur dan ibu Herni. sebar uang koin bentuk rasa sukur.karna anak nya bisa jalan.Rabu.27 Mei 2026.
Tradisi ini dalam bahasa sunda sering disebut lelengkah halu.saweran ini di lakukan keluarga sebagai ungkapan rasa syukur anak pertamanya yang bernama,Marisa yang berusia 13 bulan.
mansur selaku orang tuanya mengundang anak-anak beserta orang tuanya pun sudah di depan rumah.ini adalah sebagai bentuk rasa syukur saya karena,marisa anak saya bisa berjalan.”saya merasa senang dan terharu melihat anak saya sudah bisa jalan,”ucapnya
“menurut tradisi saweran ini memiliki makna sesuai dengan yang di sawerkan,salah satunya uang sebagai simbol kemakmuran,kelak anaknya saat dewasa nanti akan menjadi orang sukses selalu ada dalam kemakmuran.permen bagian dari simbol dalam perjalanan sang anak selalu manis, sedangkan uang kertas,dan uang koin bagian dari simbol berbagi oleh warga yang melakukan lelengkah kah halu.
semakin bayak yang ikut dalam saweran suasana akan semakin rame, rasa sukur saya , rasa kegembiraan sudah tidak bisa di ucapkan lagi ketika melihat anak kesayangan sudah mulai bisa berjalan.Alhamdulilah puji syukur tak terhingga atas semua apa yang engkau berikan untuk keluarga kecil kami”ucap Herni sang ibu.
Tradisi saweran pun bukan haya dalam acara syukuran seperti ini.namun sering dilakukan juga dalam acara pernikahan,dan khitanan anak Hal ini justru di lakukan demi untuk melestarikan tradisi yang sudah ada pada zaman nenek moyang.( YZ)







