
Detikposnews.com // BANYUWANGI, 25 Juli 2026 — Kepala SMP Negeri 1 Songgon, Slamet Subagio, membantah pemberitaan yang menyebut adanya paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya tidak layak dikonsumsi. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pelaksanaan program berjalan baik dan tidak ditemukan permasalahan sebagaimana diberitakan.
Menurut Slamet, informasi yang menyebut adanya lauk basi maupun makanan yang tidak layak konsumsi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Pihak sekolah juga telah melakukan penelusuran internal setelah muncul pemberitaan tersebut.
“Hasil pengecekan kami menunjukkan tidak ada masalah. Siswa yang disebut dalam pemberitaan juga tidak menyampaikan keberatan sebagaimana yang diberitakan. Justru selama pelaksanaan MBG, para siswa tetap menerima dan menikmati makanan yang dibagikan,” kata Slamet, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, sekolah selalu melakukan koordinasi dengan penyelenggara MBG untuk memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi standar kelayakan sebelum didistribusikan.
Selain itu, pihak sekolah juga membuka ruang bagi orang tua maupun siswa untuk menyampaikan masukan apabila menemukan kendala dalam pelaksanaan program. Setiap laporan, kata dia, akan ditindaklanjuti secara terbuka dan objektif.
Slamet berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari informasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh. Menurutnya, evaluasi terhadap Program MBG tetap penting dilakukan, namun harus didasarkan pada fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Program MBG merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik. Karena itu, kami berharap pelaksanaannya tetap mendapat dukungan semua pihak dengan mengedepankan data dan komunikasi yang baik,” ujarnya.
Pihak sekolah menegaskan akan terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh peserta didik.
(Redaksi)



