Caption: puing puing rumah yang terbakar di dusun tase'an Desa Panggung Sampang ( do: detikposnews.com)
Sampang – detikposnews.com – Sungguh miris nasib pasangan suami istri (pasutri), Bu riyati dan Pak Bardi, 80 tahun asal dusun tase’an Desa Panggung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur setelah mengalami musibah kebakaran beberapa minggu yang lalu. Sampai saat ini belum tersentuh bantuan sama sekali, pemerintah dan dinas terkait kemana?, Senin ( 03/08/2026 ).
Kebakaran yang terjadi berawal disebabkan dari konsleting listrik pada pada bagian belakang dapur rumah Bu riyati, tiba-tiba seketika ada percikan api, dan si jago merah tanpa kompromi melalap bagian bangunan dapur rumah yang terbuat dari dari kayu, dan anyaman bambu yang sudah lapuk.
Beruntung saat kejadian pemilik rumah Pasutri lansia ini, dalam posisi berada dalam ruang musholla rumah yang tak jauh dari titik lokasi kebakaran.
Akibat kebakaran ini, Ibu Riyati mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah, bagian dapur yang dilalap si jago merah ambruk total, dan tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya.
Anwar, anak dari pasutri yang mengalami kebakaran membenarkan atas kejadian ini, saat ditemui media ini Sabtu, (01/8/2026).
Peristiwa kebakaran ini terjadi, pada saat ibu riyati sedang sholat di musholla rumah yang tak jauh dari titik kebakaran.
Diakui anwar, pada saat kejadian api menjalar secepat kilat hingga melalap dapur.
Upaya siraman air dengan alat seadanya tak mampu mengatasinya.
“Apa boleh buat saya hanya bisa berpasrah diri atas kejadian ini, meskipun harus kehilangan dapur satu-satunya dan terpaksa memasak nasi, dan lauk diluar rumah dengan memakai alat seadanya, “ungkap anwar anak dari nenek riyati.
Sementara Pak Bardi suami dari nenek riyati saat ditemui media ini merasa sedih atas musibah kebakaran yang menimpa rumah satu- satunya.
“Saya tidak bisa berbuat apa-apa atas kejadian ini, saya hanya bisa berpasrah, dan berdo’a kepada yang maha Kuasa, agar supaya mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah dan instansi terkait. Pak Bahri dan nenek riyati mengakui sudah tidak bisa bekerja karena sudah lanjut usia. terkadang makan sehari- hari dibantu oleh family dan tetangga terdekat,” ucapnya.
Apalagi, lanjut pak Bardi istri saya mengalami sakit gangguan pada punggung yang sudah menahun lamanya. jadi berjalan saja terkadang harus tertatih-tatih.
” Kami berharap, adanya perhatian dari pihak Pemerintah, dan Instansi terkait agar keluh kesahnya bisa didengarnya. untuk sekedar meringankan beban musibah yang di deritanya, “pungkas Bardi dengan nada berharap. ( Sol/ Moh)







