
DETIKPOSNEWS.COM |JAMBI, 19 Agustus 2026 — Bantahan tajam24.com terkait tudingan penyaduran salah satu pemberitaan yang sempat beredar di media sosial justru menyisakan pertanyaan.
Persoalannya bukan sekadar apakah materi awal berasal dari TikTok atau media sosial, melainkan apakah berita tersebut benar-benar diolah melalui proses jurnalistik sendiri atau mengambil substansi informasi pihak lain tanpa konfirmasi kepada pemilik data.
Jika sebuah informasi diambil dari ruang publik, bukan berarti media bebas menyalin substansi, kronologi, data maupun narasi tanpa melakukan verifikasi dan konfirmasi kepada sumber sebenarnya.
Karena itu, tantangannya sederhana ,diantaranya ;
– Tunjukkan sumber data, proses konfirmasi, serta bukti peliputan yang dilakukan sebelum berita diterbitkan.
– Jika memang tidak ada penyaduran, perbandingan antara materi awal dengan berita yang diterbitkan dapat dibuka secara transparan.
Salah satu isi narasi bantahan dari media online tersebut ada membahas tentang sebuah persoalan aksi demonstrasi organisasi wartawan, ini sangat disayangkan karena ini tidak ada ranah untuk mempersoalkan ke hal yang lain.
Jangan mengalihkan persoalan pada aksi demonstrasi organisasi wartawan atau status unggahan TikTok. Yang harus dijawab adalah dugaan copy-paste dan tidak adanya konfirmasi kepada pemilik data.
Pada akhirnya, publik berhak menilai,” apakah berita tersebut benar-benar produk jurnalistik hasil verifikasi, atau sekadar informasi pihak lain yang dikemas ulang dan diterbitkan tanpa konfirmasi”.(RN)




