
DELI SERDANG — Detikposnews.com // Tim gabungan menggerebek sebuah barak yang diduga menjadi lokasi aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di pinggir rel kereta api, Dusun 1A, Desa Serbajadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (6/10/2026).
Operasi tersebut dipimpin Kepala BNN Kabupaten Deli Serdang, Kombes Pol M. Fadris Sangun Ratu Lana. Dalam penindakan itu, petugas melibatkan puluhan personel gabungan dari BNN Kabupaten Deli Serdang, BNN Sumatera Utara, Polisi Militer Angkatan Darat, Satpol PP, serta Babinsa setempat.
Babinsa Koramil 01/Sunggal, Sertu Irwansyah, turut mendampingi petugas saat melakukan pengepungan dan penggerebekan lokasi yang disebut telah lama menjadi perhatian karena diduga digunakan untuk aktivitas narkoba.
Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan enam pria yang diduga berkaitan dengan aktivitas penggunaan maupun peredaran narkotika. Petugas juga menemukan barang bukti yang diduga berupa sabu.
Namun, penggerebekan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi disebut sempat melarikan diri saat petugas melakukan penyisiran.
Sertu Irwansyah mengatakan, selain mengamankan sejumlah orang dan barang bukti, petugas juga memusnahkan berbagai perlengkapan yang ditemukan di dalam barak.
“Alat isap sabu dan plastik klip yang ditemukan di lokasi dimusnahkan,” ujar Sertu Irwansyah.
Barak atau gubuk yang diduga menjadi tempat berlangsungnya aktivitas narkoba tersebut kemudian dibakar oleh petugas.
Enam pria yang diamankan selanjutnya diserahkan kepada BNN Sumatera Utara untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Penindakan di kawasan Serbajadi bukan kali pertama dilakukan. Petugas sebelumnya juga disebut telah melakukan operasi serta memusnahkan sejumlah barak yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkoba di kawasan tersebut.
Meski demikian, munculnya kembali aktivitas yang diduga berkaitan dengan narkotika menjadi perhatian serius, terutama karena keberadaan lokasi tersebut disebut telah meresahkan masyarakat sekitar.
Penggerebekan kali ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kawasan yang diduga menjadi titik aktivitas narkoba tidak luput dari pemantauan aparat.
BNN masih melakukan pemeriksaan terhadap enam pria yang diamankan untuk memastikan peran masing-masing serta mendalami asal-usul barang bukti yang ditemukan. Hingga proses pemeriksaan selesai, seluruh pihak yang diamankan tetap harus dipandang berdasarkan asas praduga tak bersalah.(Tedjo)





