
Songgon,- Detikposnews.com // Komitmen TNI dalam mengawal program prioritas nasional kembali terbukti. Jumat pagi (5/12/2025), Kopka Zarkoni, Babinsa Koramil 0825/20 Songgon, turun langsung melakukan monitoring dan pendampingan intensif terhadap pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional melalui Dapur SPPG Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Dalam operasi distribusi sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai ini, sebanyak 3.433 siswa dari 34 sekolah berhasil menerima asupan gizi berkualitas—sebuah pencapaian luar biasa yang mencerminkan sinergi TNI dan masyarakat dalam mewujudkan generasi Indonesia sehat dan cerdas.
Dapur SPPG Bayu yang berlokasi di Dusun Sambungrejo RT 04 RW 03 dikelola oleh Yayasan Rizquna Sambungrejo Songgon dengan Sayifudin, S.P. sebagai Kepala SPPG. Mobilisasi distribusi dilakukan dalam tiga gelombang menggunakan tiga unit mobil, menyasar berbagai jenjang pendidikan—mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP dan MA.
Beberapa sekolah besar yang menjadi penerima manfaat antara lain:
- SMPN 1 Songgon (708 siswa)
- MIN 2 Banyuwangi (320 siswa)
Puluhan lembaga pendidikan anak usia dini lainnya

Babinsa memastikan semua tahapan berjalan tertib, tepat sasaran, dan tepat waktu—mulai dari persiapan di dapur hingga pendistribusian ke setiap sekolah tujuan.
Komandan Koramil 0825/20 Songgon, Kapten Kaveleri Andoko, menegaskan bahwa peran Babinsa sangat krusial dalam memastikan keberhasilan program nasional ini.
“Kehadiran Babinsa dalam program ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab kami memastikan setiap anak bangsa mendapat haknya. Ketika 3.433 anak mendapat makan bergizi hari ini, itu artinya kita sedang membangun masa depan bangsa. TNI akan terus hadir mengawal program-program strategis pemerintah,” tegasnya.
Program Makan Bergizi Gratis terbukti dapat dieksekusi dengan efisien di wilayah Songgon. Babinsa bukan hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga fasilitator yang memastikan koordinasi antara pengelola dapur, yayasan, dan sekolah penerima manfaat berjalan harmonis.
Pelaksanaan yang selesai tepat waktu, lancar, dan aman ini menjadi bukti bahwa dengan pengawalan yang baik, program sosial berskala besar dapat diimplementasikan tanpa kendala berarti. Keberhasilan Songgon diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam melaksanakan kebijakan gizi nasional yang pro-rakyat dan berkelanjutan.






