
Detikposnews.com//Lebak- Banten Cepi Umbara, yang menjabat sebagai petugas Kontrol Sosial di wilayah Provinsi Banten, angkat suara dengan tajam terkait kondisi yang sangat mengkhawatirkan dalam wilayah hukumnya, dengan maraknya pengedar obat-obatan terlarang jenis Tramadol dan Eximer. Hal ini tidak hanya melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku, tetapi juga dianggap memiliki ancaman serius terhadap masa depan generasi muda.
“Dalam keterangan yang disampaikannya, Cepi Umbara menyampaikan bahwa banyaknya laporan yang masuk dari berbagai kalangan, terutama dari tokoh masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial wilayahnya, menjadi dasar utama bagi dirinya untuk mengangkat isu ini ke permukaan. Menurut laporan-laporan tersebut, korban yang paling banyak terdampak oleh penyalahgunaan zat-zat tersebut adalah para remaja dan siswa – kelompok yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan bangsa di masa depan,”ujarnya
Masih kata Cepi umbara.”Kita tidak bisa tinggal diam melihat generasi muda kita terjerumus ke dalam lubang yang dalam akibat penyalahgunaan narkoba, Tramadol, dan Eximer. Hal ini bukan hanya masalah hukum semata, tetapi juga masalah sosial yang bisa merusak struktur masyarakat kita secara keseluruhan,” tegas Cepi Umbara dalam pidatonya.
Petugas Kontrol Sosial yang juga dikenal sebagai sosok yang tidak sungkan untuk turun langsung ke lapangan ini menegaskan bahwa penyalahgunaan zat terlarang tersebut tidak hanya membawa dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental para pengguna, tetapi juga dapat memicu terjadinya keributan antar individu, baik di antara teman sebaya maupun dalam lingkungan masyarakat secara luas. Apalagi kondisi ini terjadi di bulan suci Ramadan, di mana umat Islam diwajibkan untuk meningkatkan ketakwaan dan menjaga kesucian diri serta lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, Cepi Umbara secara tegas meminta dukungan dan tindakan cepat dari berbagai pihak berwenang, mulai dari Mabes Polri dan Mabes TNI, hingga kepolisian serta angkatan bersenjata TNI di tingkat daerah setempat. Ia mengajak agar semua pihak bekerja sama secara sinergi untuk melakukan penanganan yang optimal dan komprehensif dalam menangani permasalahan ini.
“Tindakan yang tegas dan terkoordinasi sangat diperlukan untuk memberantas akar masalah pengedaran dan penyalahgunaan zat terlarang ini. Kita tidak bisa membiarkan wilayah kita terus dirusak oleh kejahatan yang merusak generasi,”
Buktikan kesungguhannya dalam menangani masalah ini, Cepi Umbara telah langsung melakukan pengecekan ke lapangan di berbagai titik yang dianggap rawan menjadi tempat pengedaran dan penyalahgunaan narkoba, Tramadol, dan Eximer. Hasil pantauannya menunjukkan bahwa kondisi yang dilaporkan memang benar terjadi, bahkan dalam skala yang cukup luas dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak terkait.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk aktif berperan serta dalam mengawasi dan melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan terkait pengedaran atau penyalahgunaan zat terlarang ke pihak berwenang. “Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparatur keamanan, dan masyarakat adalah kunci utama dalam memberantas permasalahan yang telah lama mengganggu ketertiban dan keamanan sosial di Provinsi Banten.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi generasi muda dan menjaga keutuhan masyarakat kita. Mari kita bergandengan tangan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba serta obat-obatan terlarang,”Tutup,Cepi umbara( Red)






