
BANYUWANGI – Detikposnews.com // Dalam rangka memastikan keamanan dan ketertiban menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memimpin langsung patroli gabungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Jumat malam, 20 Maret 2026.
Patroli tersebut melibatkan jajaran TNI-Polri serta unsur pemerintah daerah, di antaranya Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan, Dandim Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, serta Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi kuat lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan daerah selama momentum hari besar keagamaan.
Dengan menggunakan sepeda motor, rombongan Forkopimda menyisir sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Taman Sritanjung hingga Pelabuhan Ketapang. Sepanjang rute tersebut, mereka melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan pos pengamanan serta kondisi lapangan menjelang malam takbiran.
Sebanyak 330 personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan di sejumlah titik vital di wilayah kota. Selain itu, pengamanan juga diperkuat oleh sekitar 700 personel dari jajaran polsek yang disiagakan di masing-masing kecamatan. Fokus utama pengamanan meliputi pengaturan arus lalu lintas, pengawasan pusat-pusat keramaian, serta pengamanan lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri.
Dalam keterangannya, Bupati Ipuk menegaskan bahwa keamanan selama perayaan Idul Fitri merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak warga Banyuwangi untuk turut serta menjaga kondusifitas lingkungan agar perayaan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh rasa aman. Ini adalah kerja bersama antara Pemkab, TNI, Polri, dan tentunya masyarakat Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H.. memberikan imbauan kepada masyarakat agar pelaksanaan takbir cukup dilakukan di masjid dan musala. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan takbir keliling yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, pihak kepolisian juga melarang penggunaan petasan dan kembang api karena dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat, terutama anak-anak dan pengguna jalan.
Untuk mendukung keamanan secara maksimal, aparat gabungan juga menerapkan operasi lalu lintas secara masif di berbagai titik. Langkah ini sekaligus untuk mengantisipasi aksi balap liar yang kerap muncul saat malam takbiran.
Dengan berbagai langkah preventif tersebut, diharapkan suasana perayaan Idul Fitri 1447 H di Banyuwangi dapat berjalan aman, tertib, dan penuh khidmat, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang merayakan. (Red)





