
SUMENEP – Detilkposnews.com // Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep intensifkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela (MR), melalui 26 Puskesmas di wilayah Kabupaten Sumenep hingga hari ke-25. Selasa (23/09/2025)
Optimalisasi ORI Campak Rubela (MR) yang dilaksanakan DKP2KB Kabupaten membuktikan keseriusan sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam menurunkan angka penularan campak di Kabupaten Sumenep.
Kepala DKP2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes, progres cakupan ORI MR yang dilakukan di sejumlah Puskesmas di hari ke-25 dari total sasaran 73.969, tertanggal 23 September 2025 pukul 16.00 WIB kemarin, yang diimunisasi sudah 70.038 dengan cakupan 94,7 persen.
“Untuk sasaran usia 9 sampai 12 bulan 3.404, diimunisasi 2.844 cakupan 83,5 persen, untuk sasaran usia 12 sampai 47 bulan, sasaran 31.237, diimunisasi 28.773 cakupan 92,1 persen. Untuk sasaran usia 4-6 tahun sasaran 26.308, diimunisasi 26.292 cakupan 99,9 persen dan sasaran 7 tahun, untuk sasaran 13.020, diimunisasi 12.129 cakupan 93,2 persen,” jelas Ellya, Rabu (24/09/2025).
Untuk saat ini capaian tertinggi di Puskesmas Giligenting dari sasaran 1.565, jumlah anak diimunisasi 1.551 cakupan 99,1 persen. Sedangkan capaian terendah di Puskesmas Dungkek dari sasaran 2.362 yang diimunisasi 1.703 cakupan 72,1 persen.
Ia mengapresiasi Puskesmas yang sudah melakukan cakupan mencapai lebih dari 95 – 99,1 persen dan sudah ada 18 Puskesmas, sedangkan sisanya sebanyak 8 Puskesmas cakupannya masih di bawah 95 persen.
Pihaknya berharap, sasaran ORI Campak Rubela terus diintensifkan dengan koordinasi lintas sektor terkait, khususnya yang ada di kecamatan dan desa agar mengoptimalisasikan sosialisasi pentingnya imunisasi campak tersebut.
Selain itu, berbagai langkah telah dilakukan pihak Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep, termasuk penyediaan vaksin dan logistik kesehatan yang memadai.
” Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan campak terus kami lakukan. Kemudian penataan fasilitas kesehatan untuk menjamin adanya ruang isolasi bagi pasien campak kami siapkan,” tambahnya.
Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau progresnya dan memperkuat upaya pencegahan melalui survei epidemiologi berkelanjutan dan analisis data kasus.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik, tetap waspada terhadap gejala campak.
” Segera berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala. Kesadaran dan kepatuhan terhadap program imunisasi merupakan langkah penting dalam menanggulangi wabah ini,” pungkasnya. (Myd)







