
Banyuwangi – Detikposnews.com // Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya Daerah Aliran Sungai (DAS) terus dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Melalui program unggulan Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai di Banyuwangi atau SEKARDADU, PU Pengairan bersama Korwil Sumber Daya Air (Korsda) Kabat menggandeng siswa-siswi SDN 1 Segobang, Kecamatan Licin, untuk melakukan aksi peduli sungai dan pembelajaran lingkungan secara langsung. Rabu (19/11/2025)
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa pagi tersebut berjalan penuh antusias. Puluhan siswa tampak bersemangat mengikuti rangkaian edukasi, mulai dari pengenalan fungsi sungai, dampak kerusakan DAS, hingga praktik langsung menjaga kebersihan bantaran sungai di wilayah Segobang. Para siswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem, mencegah pencemaran air, serta memahami peran manusia dalam merawat lingkungan sekitar.
Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa program SEKARDADU merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dengan institusi pendidikan sebagai langkah jangka panjang dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini. Ia menekankan bahwa menjaga DAS bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
“SEKARDADU ini kami rancang sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda agar memahami bahwa sungai adalah bagian penting dari kehidupan. Dengan melibatkan siswa SD, kami berharap nilai-nilai kepedulian lingkungan bisa tertanam dan menjadi budaya baik yang terus mereka bawa hingga dewasa,” ujar Riza.
Menurutnya, kondisi DAS di beberapa wilayah Banyuwangi membutuhkan perhatian lebih, terutama terkait kebersihan dan kelestarian ekosistem. Melalui edukasi yang menyenangkan dan berbasis praktik, anak-anak diajak terlibat langsung sehingga mereka dapat melihat bagaimana perubahan kecil dapat berdampak besar bagi lingkungan.
Selain edukasi, siswa-siswi SDN 1 Segobang turut serta dalam kegiatan bersih-bersih bantaran sungai. Dengan didampingi guru dan petugas PU Pengairan, anak-anak mengumpulkan sampah plastik, daun kering, hingga ranting yang berpotensi menghambat aliran air. Suasana penuh keceriaan, namun sarat dengan nilai kepedulian.
Kepala sekolah SDN 1 Segobang mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap agar program serupa bisa terus berlanjut di masa mendatang. Menurutnya, siswa-siswi membutuhkan pengalaman langsung agar lebih memahami pelajaran lingkungan hidup yang selama ini hanya disampaikan melalui teori.
Sementara itu, Korsda Kabat menyampaikan bahwa kegiatan SEKARDADU akan terus diperluas ke berbagai sekolah di wilayah Banyuwangi. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencegah kerusakan lingkungan dan memprioritaskan upaya konservasi sungai.
Riza Al Fahroby juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggal.
“Anak-anak hari ini telah menunjukkan bahwa kepedulian bukan soal usia, tetapi kemauan. Jika semua pihak bisa bergerak bersama, kita bisa menciptakan Banyuwangi yang lebih bersih, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan program SEKARDADU yang terus digalakkan, Dinas PU Pengairan Banyuwangi berharap tumbuhnya generasi peduli lingkungan dapat menjadi langkah nyata menuju pelestarian DAS yang berkelanjutan dan menjaga keseimbangan ekosistem bagi masa depan.
Penulis: Marta Detikposnews.com






