
Banyuwangi – Detikposnews.com // Selesainya kegiatan motor trail bertajuk “Jelajah Bumi Blambangan” yang digelar pada Minggu, 18 Januari 2026, justru menuai protes dan kekecewaan dari warga. Kegiatan yang seharusnya menjadi ajang olahraga dan promosi wisata alam tersebut kini menjadi sorotan publik, menyusul beredarnya video keluhan warga di media sosial TikTok yang di unggah @hariyanto19695. (22/01/2026)
Dalam video yang beredar luas, seorang warga yang diketahui bernama Cak Opas, pemilik kebun di Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, mengungkapkan rasa kecewa dan sakit hati lantaran kebun miliknya diduga mengalami kerusakan parah akibat dilintasi ratusan motor trail peserta kegiatan tersebut. Video tersebut diketahui direkam dan diunggah pada Rabu, 21 Januari 2026.

Cak Opas menyampaikan keluhannya menggunakan bahasa daerah Osing/Banyuwangi, yang menggambarkan kondisi kebunnya setelah dilalui rombongan motor trail. Ia menuturkan bahwa sejumlah tanaman, khususnya pohon manggis, mengalami kerusakan serius, mulai dari batang yang terkelupas hingga pohon yang roboh dan diduga mati. Selain itu, tanaman lainnya juga disebut rusak dan tidak tersisa akibat terinjak dan tertabrak kendaraan trail.
Dalam terjemahan bahasa Indonesia, Cak Opas menyampaikan, “Ini saudara akibat sepeda trail ini kebun saya rusak semua. Sampai ke barat tanaman buah manggis pohonnya terkelupas semua, baru ketahuan pagi tadi. Ini berapa pohon sampai ke sana kena tabrak-tabrak. Tanaman lainnya juga habis semua. Ini mati semua. Bagaimana kalau sudah begini? Yang lewat enak saja, tapi yang punya kebun bisa sakit hati seperti ini.”
Ungkapan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam dari pemilik kebun yang merasa dirugikan, terlebih karena kerusakan tersebut berdampak langsung pada sumber penghidupan dan hasil pertaniannya. Ia juga mempertanyakan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, serta mekanisme izin lintasan yang digunakan oleh panitia.
Berdasarkan template atau informasi acara yang telah beredar sebelum pelaksanaan, kegiatan Jelajah Bumi Blambangan disebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dagelan MX, Ikatan Motor Indonesia (IMI), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Perhutani. Namun demikian, belum diketahui secara pasti apakah jalur yang dilalui peserta telah mendapatkan izin dari seluruh pemilik lahan, khususnya lahan milik warga.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak panitia penyelenggara maupun instansi terkait mengenai keluhan warga tersebut. Masyarakat pun berharap adanya tanggung jawab, penjelasan terbuka, serta solusi yang adil atas kerusakan yang dialami warga, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi, perizinan yang jelas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan hak milik warga dalam setiap pelaksanaan kegiatan berskala besar, khususnya yang melibatkan lintasan alam dan permukiman masyarakat. (Tim)






