
Banyuwangi – Detikposnews.com // Aksi penghadangan dump truck pengangkut material pasir oleh sejumlah warga Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, memantik reaksi keras dari Ketua Serbu Wangi sekaligus Ketua APAM Wangi, Muhamad Faiq.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah rekan media menyebutkan, penghadangan dilakukan terhadap kendaraan bermuatan pasir yang melintas di jalan desa. Aksi tersebut dinilai telah melampaui kewenangan karena dilakukan bukan oleh aparat penegak hukum maupun pihak berwenang.
Faiq menegaskan, pihaknya akan menelusuri dan mengklarifikasi insiden tersebut, termasuk memastikan apakah ada anggota organisasi yang terlibat di dalamnya. Jika terbukti ada keterlibatan anggota, ia memastikan akan menindaklanjuti secara internal.
“Saya akan klarifikasi. Jika memang itu anggota kami, tentu akan kami tindaklanjuti. Tidak boleh ada sikap arogansi di lapangan,” tegasnya.
Namun demikian, Faiq juga menekankan bahwa sekalipun yang dihadang bukan anggota organisasinya, para pekerja tersebut tetap dianggap sebagai bagian dari keluarga besar buruh material.
“Walaupun yang dihadang itu seandainya bukan anggota kami, tetap itu bagian dari kami. Karena sama-sama buruh pekerja material, tetap saudara kita,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan ini tidak boleh berkembang menjadi konflik horizontal antar sesama pekerja. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga solidaritas dan tidak mudah terprovokasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jalan yang dilalui merupakan fasilitas umum yang dibangun pemerintah untuk menunjang percepatan akses dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jalan itu dibangun pemerintah untuk kepentingan umum, untuk percepatan ekonomi rakyat. Itu bukan milik pribadi, bukan SHM perorangan. Secara legalitas, itu jalan negara. Tidak bisa seenaknya dihadang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika tindakan semacam ini dibiarkan tanpa sikap tegas, dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk dan ditiru oleh kelompok masyarakat lain.
“Kalau ini tidak disikapi, berbahaya. Bisa jadi contoh bagi yang lain untuk melakukan hal serupa. Ini harus ada kejelasan,” tambahnya.
Faiq menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya menjunjung tinggi kebersamaan, solidaritas, dan satu komando, serta tidak membeda-bedakan anggota maupun sesama pekerja di lapangan.
“Semua senasib seperjuangan. Tetap semangat, jaga kerukunan. Jangan sampai persoalan ini memecah belah sesama buruh dan masyarakat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Sumberbaru maupun pihak kepolisian terkait insiden penghadangan tersebut. (Red)






