
Detikposnews,com //Banyuwangi | 7 November 2025 – Momentum hari Jumat menjadi waktu istimewa bagi umat Islam, khususnya kaum laki-laki, untuk menunaikan kewajiban sholat Jumat sekaligus mendengarkan khutbah yang disampaikan oleh khatib di setiap masjid.
Pada Jumat kali ini, suasana Masjid Baitul Mu’min, Lingkungan Beran, Kecamatan Kebalenan, Banyuwangi terasa khusyuk. Khatib yang bertugas, Gus Miftahul Mubin asal Dusun Sukopuro, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, menyampaikan khutbah bertema “Kezhaliman dan Kemungkaran Bisa Menjadi Faktor Penyebab Terjadinya Bencana Alam.”
Dalam khutbahnya, Gus Miftahul membacakan dan menguraikan secara tegas makna Surat Al-A’raf ayat 96 hingga 99, yang berisi peringatan dan ancaman Allah SWT terhadap penduduk suatu negeri apabila mereka banyak berbuat kezaliman dan kemaksiatan.
Ia juga mengutip Hadits Shahih Muslim riwayat Abu Sa’id r.a. sebagai penguat pesan tersebut, bahwa bencana dan musibah dapat terjadi akibat perbuatan manusia sendiri yang jauh dari ajaran Islam.
“Al-Qur’an adalah Kitab Undang-Undang Hukum Islam (KUHI), sementara Hadits adalah Kitab Undang-Undang Hukum Hadits (KUHADs). Jika keduanya dilanggar, maka jangan heran jika murka Allah turun berupa berbagai bencana alam,” tegasnya.
Salah satu jamaah, Poniran, yang juga pengurus masjid, mengaku sangat terkesan dengan khutbah tersebut.
“Penyampaiannya sangat jelas dan menyentuh hati. Kami jadi lebih paham bahwa musibah bukan sekadar takdir, tapi juga akibat dari ulah manusia,” ujarnya.
Dalam khutbahnya, Gus Miftahul menyoroti berbagai bentuk kemungkaran di tengah masyarakat seperti peredaran miras, pesta minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga kezaliman sosial. Menurutnya, semua itu dapat mengundang murka Allah SWT jika tidak segera dicegah.
Lebih lanjut, ia mengaitkan pesan agama tersebut dengan peran aparat penegak hukum di Indonesia.
“Sebagaimana polisi berlandaskan pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Perdata (KUHP & KUHD) serta peraturan pemerintah, maka seharusnya penegakan hukum berjalan beriringan dengan ajaran agama untuk mencegah kemungkaran,” ujarnya.
Gus Miftahul juga menegaskan pentingnya sinergi antara ulama, masyayikh, dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Jika ulama dan polisi bersatu dalam visi dan misi menegakkan kebenaran, insyaAllah negeri ini akan aman, tenteram, dan dijauhkan dari bencana,” tutupnya.
Ibadah Jumat berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Khatib sekaligus imam, Gus Miftahul Mubin, menutupnya dengan doa bersama.
Reporter: Al Ashrof







