
Hamparan Perak-Detikposnews.com // Gotong royong merupakan salah satu budaya luhur bangsa Indonesia yang sejak dulu menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Namun, seiring berkembangnya zaman dan pengaruh modernisasi, nilai gotong royong perlahan mulai memudar di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Saat ini, banyak masyarakat yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama. Kegiatan kerja bakti yang dahulu selalu ramai diikuti warga, kini sering kali hanya dihadiri segelintir orang saja. Padahal, gotong royong bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersamaan menjadi salah satu faktor utama menurunnya partisipasi dalam kegiatan sosial. Selain itu, kesibukan pekerjaan serta pengaruh teknologi juga membuat masyarakat lebih memilih menghabiskan waktu sendiri dibandingkan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Pemerintah desa sebenarnya memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali budaya gotong royong. Melalui sosialisasi, ajakan langsung kepada masyarakat, serta memberikan contoh nyata, diharapkan semangat kebersamaan dapat kembali tumbuh. Kegiatan gotong royong juga bisa dikemas lebih menarik, misalnya dengan melibatkan pemuda serta memberikan penghargaan kepada warga yang aktif berpartisipasi.
Sudah seharusnya masyarakat menyadari bahwa menjaga lingkungan dan membangun desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Jika budaya gotong royong terus dilestarikan, maka bukan hanya lingkungan yang bersih dan nyaman yang tercipta, tetapi juga persatuan dan kekompakan masyarakat akan semakin kuat.(Selamet)








