
Panitia Gebyar Pantai Boom 2026 Salurkan Bantuan kepada Didik, Korban Dugaan Penganiayaan WNA Asal Rusia
Banyuwangi – Wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial ditunjukkan oleh Panitia Gebyar Pantai Boom 2026 dengan memberikan bantuan kepada Bapak Didik, pemilik sound system yang sebelumnya disewa dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia.
Ketua Panitia, Nur Yasin, bersama segenap jajaran panitia secara langsung mengunjungi kediaman Didik yang berada di Lingkungan Ujung, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, pada Kamis (02/04/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati sekaligus dukungan moral kepada korban yang tengah menghadapi situasi sulit pasca insiden yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Nur Yasin menyampaikan rasa prihatin mendalam atas peristiwa yang menimpa Didik. Ia menegaskan bahwa panitia tidak tinggal diam dan merasa memiliki tanggung jawab moral, mengingat Didik merupakan mitra kerja yang terlibat dalam suksesnya kegiatan Gebyar Pantai Boom 2026.
“Kami atas nama panitia menyampaikan rasa simpati dan keprihatinan yang mendalam. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral agar Pak Didik tetap kuat menghadapi situasi ini,” ujar Nur Yasin.
Bantuan yang diberikan berupa santunan dan dukungan kebutuhan lainnya, yang diharapkan dapat meringankan beban Didik dan keluarganya. Selain itu, panitia juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan kasus dugaan penganiayaan tersebut agar dapat diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Didik, selaku korban, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh panitia. Ia mengaku terharu atas kepedulian yang ditunjukkan dan berharap keadilan dapat ditegakkan atas kejadian yang menimpanya.
“Saya sangat berterima kasih atas kepedulian panitia. Ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga ke depan masalah ini bisa segera mendapatkan penyelesaian yang adil,” ungkap Didik.
Peristiwa dugaan penganiayaan yang melibatkan WNA tersebut sebelumnya sempat menjadi perhatian publik, khususnya di Banyuwangi. Berbagai pihak pun mendorong agar proses hukum berjalan secara transparan dan tegas, guna menjaga rasa keadilan serta keamanan di tengah masyarakat.
Dengan adanya kunjungan dan bantuan ini, diharapkan dapat mempererat solidaritas serta menjadi contoh bahwa kepedulian sosial harus terus dijaga, terutama dalam situasi yang menyangkut keselamatan dan hak-hak masyarakat lokal.






