
Banyuwangi – Detikposnews.com // Suasana ruang audiensi DPRD Kabupaten Banyuwangi pada Rabu siang berubah hangat ketika Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB JAYA) Kabupaten Banyuwangi menerima berbagai pujian dari para anggota dewan serta perwakilan instansi terkait. Pujian tersebut diberikan atas kepedulian GRIB JAYA terhadap kelestarian hutan dan keselamatan masyarakat Banyuwangi, khususnya di kawasan hutan lindung Banyuwangi Barat yang saat ini tengah menjadi sorotan akibat maraknya perusakan lingkungan dan praktik penebangan liar.
Audiensi yang digelar dengan mengusung tema “Perusakan Lingkungan Hidup dan Penebangan Liar di Hutan Lindung Kawasan Banyuwangi Barat” ini dihadiri oleh komisi II dan komisi III DPRD Kabupaten Banyuwangi, Kepala BPBD Banyuwangi, pihak Perhutani ADM Banyuwangi Barat, serta jajaran DPC GRIB JAYA bersama para Ketua PAC dan tim LBH GRIB JAYA.
Ketua DPC GRIB JAYA Banyuwangi, Yahya Umar, S.E., tampil sebagai perwakilan utama dalam penyampaian aspirasi. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kerusakan hutan lindung di kawasan Banyuwangi Barat bukan hanya isu biasa, melainkan ancaman nyata terhadap masa depan lingkungan dan keselamatan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa penebangan liar yang terjadi selama ini berpotensi memicu bencana serius seperti banjir bandang, tanah longsor, dan hilangnya sumber mata air.
“Kami hadir untuk menyuarakan kegelisahan masyarakat. Ini bukan sekadar masalah kayu ditebang, tetapi persoalan besar yang menyangkut keselamatan ribuan jiwa. Kami meminta agar penegakan hukum dilakukan seadil-adilnya hingga ke akar-akarnya, tanpa tebang pilih,” tegas Yahya Umar dalam forum audiensi.
Para anggota DPRD, khususnya dari Komisi II dan III, memberikan apresiasi atas langkah tegas dan kepedulian GRIB JAYA. Mereka menilai kehadiran organisasi masyarakat seperti GRIB JAYA sangat penting dalam memberikan kontrol sosial dan memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala BPBD Kabupaten Banyuwangi juga memberikan pujian serupa. Ia menegaskan bahwa kerusakan hutan memang berbanding lurus dengan meningkatnya risiko bencana, sehingga perhatian dari kelompok masyarakat menjadi nilai besar dalam upaya mitigasi. Sementara itu, ADM Perhutani Banyuwangi Barat mengakui bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pengawasan dan penindakan, namun menyambut baik sinergi bersama GRIB JAYA untuk menjaga kawasan hutan tetap lestari.
Dalam audiensi tersebut, GRIB JAYA menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Mereka meminta agar pemerintah daerah, BPBD, kepolisian, dan Perhutani memperkuat langkah penertiban serta menyelidiki para pelaku penebangan liar, termasuk oknum-oknum yang diduga membekingi kegiatan tersebut.
“Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. Jika tidak ditangani dengan tegas sekarang, anak cucu kita yang akan menanggung akibatnya. Banyuwangi harus aman dari banjir dan longsor, dan hutan harus kembali menjadi benteng pelindung bagi masyarakat,” ujar Yahya Umar.
Audiensi berlangsung konstruktif dan mendapat respons positif dari seluruh pihak yang hadir. DPRD berkomitmen menindaklanjuti laporan GRIB JAYA melalui rapat koordinasi internal serta mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi menyeluruh.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penyelamatan hutan lindung Banyuwangi Barat. GRIB JAYA menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal isu ini sampai ada tindakan nyata dan penyelesaian hukum terhadap para pelaku perusakan lingkungan.
Dengan adanya kepedulian lintas pihak, besar harapan agar kawasan hutan Banyuwangi Barat kembali terjaga dan masyarakat terlindungi dari ancaman bencana ekologis.
Penulis : Marta Detikposnews.com






