
Jambi,Detikposnews.com | 13 Januari 2026
PT Tona Mora Sakti pada tanggal 9 Januari 2026 secara mendadak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ROJALI pekerja Spesialis Kontruksi Baja Ringan dengan alasan lambatnya Bekerja.
Untuk diketahui ROJALI mendapatkan Pekerjaan Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan yang berlokasi di Pijoan Kabupaten Muaro Jambi bersebelahan dengan Sekolah Titian Teras dan yg berlokasi di depan wali Kota Jambi, dengan kontrak Rp.27.000.000,-/ Lokasi.
Rozali Pekerja Pemasangan Rangka Atap baja Ringan dipanggil oleh Manajemen PT Tona Mora Sakti Sabtu 10-01-2026 saat sedang melaksanakan pekerjaannya, mendadak manajemen menyampaikan bahwa hari itu merupakan hari terakhir bekerja bagi seluruh pekerja Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan.
Rojali mengungkapakn kepada Awak media “Benar bang Kami di stop tidak boleh bekerja malah di usir di lokasi oleh Pemilik Proyek yg bernama Roni dengan alasan kerja Kami lambat, kami lambat kerja bukan karna kami ogah ogahan kerja tapi karna faktor hujan, kalo kami teruskan pekerjaan ini biso beresiko karna Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan ini 100 persen memakai Aliran listrik dan tau sendiri bang kalo listrik bersentuhan dengan air bisa kena strum pekerja tegas Rojali.
Pemberhentian ini semena mena dan tak beradab karna dia (Roni) Usir kami dan berhentikan kami padahal kami kerja berdasarkan kontrak yg di buat PT.Tona Mora Sakti milik Roni, menurut Rozali pekerjaan yang sedang dinkerjakan sudah mencapai 30% pekerjaan berat tutur Rozali Kesal.
Menanggapi keputusan tersebut, Rozali akirnya menemui Awak Media dan Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Negara Kesatua Republik Indonesia (LPPP-NKRI)Jambi terkait persoalan yg di hadapin.
Ketua LP3NKRI Pery Monjuli melakukan kunjungan ke lokasj pembangunan Proyek gedung MBG selasa, 13012026 bersama beberapa awak media mendampingin Rozali, Pery membenarkan Pihak PT.Tona Mora Sakti telah memberhentikan Pekerja Pemasang Rangka Atap Baja Ringan, Pery menyayangkan sikap PT.Tona Mora Sakti yang Arogan, ” saya sempat berkomunikasi dengan Roni tapi beliau menolak dengan kasar untuk berbicara sama saya Kesal Pery, saya akan buat laporan terkait persoalan ini ke PT.Hutama Karya selaku pemilik Proyek bila perlu langsung ke Presiden Pak Prabowo dan Pak Wapres Gibran tegas Pery. ( Tim )









