
Medan – Detikposnews.com // Meskipun fungsi utama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan adalah memberikan perawatan dan pelayanan terhadap tahanan, pelaksanaan pembinaan kemandirian tetap menjadi bagian penting yang dijalankan secara serius dan terukur.
Program pembinaan ini tidak sekadar berjalan sebagai formalitas, tetapi berorientasi pada hasil nyata yang memberikan manfaat langsung, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.
Hal tersebut dibuktikan melalui sejumlah produk hasil pembinaan yang telah dimanfaatkan secara konkret, di antaranya produksi tempe yang dikirimkan untuk mendukung program MBG (Makan Bergizi Gratis), Dapur Sehat Rutan Medan, serta beberapa UPT Pemasyarakatan di wilayah Medan.
Selain itu, produk keripik juga dikirimkan untuk mendukung program MBG, sementara produksi roti diperuntukkan dalam rangka membantu penguatan UMKM.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Medan telah mampu menghasilkan produk yang layak konsumsi, bernilai guna, serta memiliki kontribusi sosial.
Produk tempe dan roti hasil pembinaan warga binaan juga telah mengantongi sertifikat halal yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kota Medan serta izin edar dari BPOM.
Hal ini menjadi jaminan bahwa proses produksi memenuhi standar kehalalan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi.
Seluruh kegiatan pembinaan diawali dengan pelatihan keterampilan yang melibatkan tenaga profesional, mulai dari pelatihan pengolahan tempe berbasis higienitas pangan, pelatihan produksi dan pengemasan aneka keripik, hingga pelatihan pembuatan roti, manajemen usaha, dan dasar kewirausahaan.
Pelatihan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder terkait, seperti Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, serta BPJS Ketenagakerjaan Deli Serdang, guna memastikan materi yang diberikan sesuai dengan standar kompetensi kerja dan kebutuhan pasar.
Sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang diperoleh, warga binaan peserta pelatihan juga diberikan sertifikat pelatihan dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan.
Dengan demikian, hasil pembinaan tidak hanya berupa pengalaman, tetapi menjadi bekal resmi yang dapat dimanfaatkan sebagai modal keterampilan dan kepercayaan diri setelah menjalani masa penahanan.
Melalui pembinaan yang terarah dan berbasis kolaborasi ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental serta wawasan usaha.
Di samping itu, penjualan produk tersebut juga menghasilkan premi bagi warga binaan dalam bentuk tabungan yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke masyarakat.
Dengan demikian, pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Medan diharapkan mampu menjadi bekal nyata bagi warga binaan untuk lebih mandiri dan produktif setelah menjalani masa pidananya.
Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemesanan produk tempe, roti, dan keripik,
Tim






