Caption: kegiatan sosialisasi pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa di Balai Desa Noreh Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang ( dok: Soleh/ detikposnews.com.)
Sampang – detikposnews.com – Dalam Meningkatkan sumber daya manusia pemerintah Desa Noreh menggelar sosialisasi dan pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa dengan tema,’Jaga Garda Desa’. Bertempat di Balai Desa Dusun Morpao, Desa Noreh, Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, senin ( 15/12/2025 ).
Dalam kegiatan tersebut, Hadir, Kadis inspektorat kabupaten Sampang Ari Wibowo E.Sos., Msi, DPMD kabupaten Sampang yang di wakili sekretaris Beni indra Permana S.Sos, Msi, Asisten satu pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan desa kabupaten Sampang, Sudarmanto S.Sos., M.H., Camat Sreseh Arif Purna Hermawan S.Stp., M.M., yang di wakili oleh sekretaris kecamatan Sreseh, Moh.suib S.Sos, M.M, Kapolsek Sreseh Iptu Andik suejarwanto SH yang di wakili Aipda Moh. Rahman, Koramil 0828/05 Sreseh, Ledtu infantri Moh. Arif Rahman, yang di wakili Serda Nadim, PJ kades Noreh Moh. Syaiful Bahri, semua perangkat desa Noreh, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, BPD Dan tamu undangan.
Dalam kegiatan tersebut, Nara sumber dari Asisten satu pemberdayaan masyarakat dan Desa, Sudarmanto S.Sos., M.H, menyampaikan, banyak sekali program yang di gelontorkan pemerintah pusat, jadi perlu pengelolaan dan management yang bagus, yang tujuannya untuk meningkatkan pembangunan di desa.
” Program yang sudah di berikan oleh pemerintah pusat melalui desa banyak sekali, mulai dari Bansos, MBG, pemeriksaan gratis, sekolah gratis dan masih banyak yang lain, untuk itu perlu adanya pemahaman, pengelolaan dan sumber manusia yang unggul dalam hal ini,” tuturnya.
Selanjutnya, paparan dari Nara sumber kedua dari kepala dinas inspektorat kabupaten Sampang, Ari Wibowo E.Sos., Msi, menyampaikan untuk mendukung pembangunan desa ada tiga tahap yang perlu di perhatikan, pertama :
-Tahap Perencanaan.
-Tahap Pelaksanaan.
-Pelaporan dan pertanggungjawaban.
” Ada tiga tahapan yang perlu di perhatikan oleh desa dalam pembangunan. Perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan pertanggungjawaban pelaksanaan secara administrasi,” tuturnya.
Lanjut Ari, pembangunan di desa bukan di tentukan oleh kepala desa , melainkan harus melalui persetujuan bersama lewat Musdes yang sudah disepakati, kepala desa yang nantinya menentukan skala prioritasnya. karena permasalahan di masing- masing dusun itu berbeda-beda.
” Skala prioritas pembangunan yang sudah disepakati bersama lewat tahapan Musdus, Musdes itu. Nantinya kepala desa yang bisa menentukan,”tegasnya.
Kami dari pihak inspektorat hanya sebagai pengawas dan pembina dI seluruh desa se-kabupaten Sampang, saya harap dalam tahapan pelaksanaan dan pelaporan pertanggung jawaban jangan sampai ada tindakan yang melanggar, semua harus transparan dan di ketahui masyarakat luas.
” Kami dari inspektorat kabupaten Sampang hanya mengingatkan, pengelola keuangan desa harus dikelola secara transparan dan melalui tahapan yang sudah direncanakan dan di setujui bersama, apabila ditemukan kebocoran dan penyimpangan , kami akan audit dan kami tindak sesuai perundang undangan yang berlaku,” ungkapnya.
Sementara Nara sumber dari Dpmd kabupaten Sampang,yang di wakili oleh sekretaris Dpmd Beni Indra Permana, S.Sos., Msi., menyatakan bahwa kita semua ini, baik dari narasumber dari kabupaten maupun forkomfincam Sreseh merupakan pelayan masyarakat, tema kegiatan ini adalah ” Jaga Garda Desa”. Marilah kita bersama sama bekerjasama dalam membangun desa, untuk kemajuan desa itu sendiri.
” Pada hakikatnya kita semua, yang termasuk di pemerintahan merupakan pelayan masyarakat, untuk itu perlu kerjasama dengan semua tokoh lintas sektoral yang ada di wilayah, ” tuturnya.
Lanjut Beni, pemerintah desa itu di pimpin seorang kepala desa di bantu oleh sekretaris desa, Kasun serta BPD, tema kegiatan pada hari ini ‘ Jaga Garda Desa ‘ .yang namanya jaga garda di desa harus melakukan kerjasama dan koordinasi dengan semua tokoh, agar tercipta kerukunan, keamanan , ketertiban dan kondusifitas wilayah tersebut.
” Jaga Garda Desa Merupakan tugas kita bersama , untuk itu butuh kerjasama dan koordinasi dengan semua pihak dan tokoh, biar tercipta kondusif wilayah tersebut,” tuturnya.
Sementara, narasumber dari APH, perwakilan Polsek Sreseh, Aipda Abdur Rahman, menegaskan, marilah saling menjaga kerukunan antar sesama masa, agar tercipta ketertiban dan keamanan di lingkungan masing masing,
” Tolong jaga ketertiban dan ke amanan di lingkup masing masing,” tuturnya.
Lanjut Rahman, yang juga sebagai Kasium di Polsek Sreseh , terkait anggaran tolong di kelola dengan baik jangan sampai ada penyimpangan.
“:Kami dari pihak aparat penegak hukum mengingatkan dan menghimbau, kelola terkait anggaran desa dengan baik, jangan di salah gunakan, kalau nanti ada masyarakat yang melapor terkait penggunaan anggaran desa yang tidak sesuai , akan kami tindak tegas,” pungkasnya.
Penulis: Soleh
Editor : redaksi
Sumber: detikposnews.com.






