
Sumatra Barat, Bandung – Detikposnews.com // Kontingen Ksatria Sumatra Barat Menjadikan Kejuruaan Nasional Student Sport Competition ( NSSC ) 2025 Sebagai titik Balik dari Perjalanan Penuh Luka dan Harapan, di GOR Sijalak Rupat, Kabupaten Bandung, Pada Minggu : 28 Desember 2025.
Mereka tidak hanya Bertanding. Mereka Menutup Perjalan Berat dari Daerah Bencana dgn dua Penghargaan yg terasa Paling Bermakna : Kontingen Terfavorit ll dan Silat Terbaik Putri – Para Remaja yg di Raih Keisha Khairinniswa, Bagi team ini, Penghargaan itu Menjadi hadiah Terindah atas Keberanian Memilih Berangkat Ketika Keadaan Memaksa Banyak Orang Berhenti.
Sekitar 1.300 Peserta dari 13 Provinsi Mengikuti Kejuaraan Tingkat Nasional Tersebut, Dua Kontingen Sumatra Barat dari Kota Bukittinggi dan Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam Ikut Ambil Bagian, Kontingen dari Tanjung Raya Mencuri Perhatian Karena Berangkat di Tengah Dampak Lonsor dan Banjir Bandang yg Melumpuhkan Wilayah Sekitar Danau Maninjau.
Di Akhir Kejuruaan,Panitia NSSC 2025 Memberikan Penghargaan Kontingen Terfavorit ll Kepada Ksatria Sumatra Barat.Penghargaan itu tidak Datang Dari Angka Semata,Tetapi dari Sikap,Sportivitas,dan Semangat Juang yg Mereka tunjukkan Sepanjang Pertandingan.di Sisi Lain,Keisha Khairinniswa Mengulir Prestasi Individu dengan Meraih Gelar Pesilat Terbaik Putri Pra – remaja.
Bagi Ksatria Sumatra Barat,Dua Penghargaan Tersebut Menjadi Hadiah Paling Indah.Mereka Menukar Lelah,Rasa Takut,dan Ketidak Pastian dengan Pengakuan yg Lahir Dari Arena yg Adil.
Penghargaan itu Mengikat Seluruh Perjalanan Mereka Menjadi Suatu Makna:Perjuangan Mereka Pun Tidak Sia – sia.” Rizal Menutup Kisah ini Dengan Harapan Sederhana Namun Kuat. “Harapan Kedepanya Anak – anak Kami Bisa Lebih Baik Lagi,dan Kami Mengharapkan Support dari Semua Pihak, ” Katanya.
Di NSSC 2025, Ksatria Sumatra Barat Membuktikan Bahwa Prestasi tidak Selalu Lahir dari Kondisi Ideal. Terkadang, Prestasi tumbuh Dari Keberanian Bertahan, Lalu Menjadikan Penhargaan Sebagai Penanda Bahwa Perjuangan Panjang Akhirnya Menemukan Rumahnya.
( Rismanto Agam )






