
BATURAJA — Detikposnews.com // Proyek pembangunan jalan kabupaten yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Tahun Anggaran 2025 menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, jalan yang berada di wilayah Desa Srimulya, Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten OKU, baru rampung dikerjakan sekitar satu pekan lalu, namun kini sudah mengalami kerusakan parah.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kondisi jalan tersebut dipenuhi retakan memanjang, permukaan yang mulai mengelupas, bahkan di beberapa titik terlihat amblas. Kerusakan ini sangat mencolok dan dinilai tidak sebanding dengan usia jalan yang masih tergolong baru.
Sejumlah warga setempat mengaku sangat kecewa dengan kualitas proyek tersebut. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa jalan itu sangat diharapkan masyarakat sebagai akses utama untuk aktivitas ekonomi dan sosial.
“Kami sangat kecewa. Baru satu minggu selesai dibangun, tapi sudah rusak seperti ini. Retak-retak dan amblas di beberapa bagian. Kalau kualitasnya seperti ini, bagaimana bisa bertahan lama,” ujarnya.

Warga menduga kuat bahwa pekerjaan proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan oleh pihak penyedia jasa. Mereka juga menilai bahwa kualitas material yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) yang seharusnya, terutama jika melihat kondisi geografis dan karakter tanah di wilayah tersebut yang membutuhkan konstruksi jalan dengan standar ketahanan lebih baik.
“Kalau memang sesuai spek, tidak mungkin secepat ini rusak. Ini jelas-jelas mencurigakan. Kami berharap dinas terkait segera turun tangan,” tambah warga tersebut.
Proyek jalan tersebut diketahui merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten OKU menggunakan dana APBD Tahun 2025. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dinas maupun dari penyedia jasa pelaksana proyek.
Masyarakat Desa Srimulya berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Mereka meminta agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh, baik terhadap kualitas pekerjaan, penggunaan material, maupun proses pengawasan proyek.
“Kalau memang ada penyimpangan, kami minta diproses sesuai hukum. Ini uang rakyat, jangan dipermainkan,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Warga juga khawatir jika kerusakan ini dibiarkan, maka jalan akan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor dan kendaraan angkutan hasil pertanian yang setiap hari melintasi ruas tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terhadap kualitas proyek infrastruktur yang dinilai belum maksimal, meskipun anggaran yang digelontorkan pemerintah cukup besar. Masyarakat kini menunggu sikap tegas Pemerintah Kabupaten OKU demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan pembangunan benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga. (Tim)







