
Banyuwangi – Detikposnews.com // Setelah banjir melanda sejumlah titik di wilayah Kabupaten Banyuwangi pada Senin (17/11/2025), Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Salah satunya melalui program padat karya yang difokuskan pada aliran Sungai Bagong di Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. Rabu (19/11/2025)
Program padat karya ini dilakukan guna mempercepat normalisasi sungai serta memastikan aliran air kembali berfungsi dengan baik pasca terjadinya penyumbatan akibat material kayu, sampah, dan endapan lumpur yang terbawa arus banjir. Sejak pagi hari, petugas PU Pengairan bersama warga setempat telah bekerja bahu-membahu membersihkan sejumlah titik aliran sungai yang mengalami pendangkalan dan penumpukan material.
Plt. Kepala Dinas PU Pengairan, Riza Al Fahroby, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa gerak cepat ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meminimalkan dampak lanjutan pasca banjir serta mencegah potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan yang masih cukup tinggi.
“Setelah banjir kemarin, kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen. Kondisi Sungai Bagong perlu penanganan cepat karena banyak material yang menyumbat aliran. Melalui padat karya, kami mengajak masyarakat terlibat langsung agar penanganan lebih cepat, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” jelas Riza.
Ia menambahkan bahwa padat karya tidak hanya berfokus pada pengangkatan material di sungai, tetapi juga dilengkapi dengan pembersihan bantaran, perbaikan minor pada tanggul, dan pemulihan fungsi saluran irigasi. Hal ini penting untuk mengantisipasi curah hujan yang diperkirakan akan meningkat memasuki puncak musim hujan.
Masyarakat Kelurahan Sobo menyambut baik langkah cepat PU Pengairan tersebut. Beberapa warga mengaku sangat terbantu dengan adanya program padat karya yang tak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga meningkatkan kepedulian bersama terhadap kebersihan sungai.
“Banjir kemarin cukup membuat kami khawatir. Dengan adanya penanganan cepat seperti ini, kami merasa lebih aman,” ujar salah satu warga.
PU Pengairan memastikan akan terus memonitor kondisi sungai-sungai di Banyuwangi dan siap melakukan tindakan cepat apabila ditemukan titik rawan banjir lainnya. Riza menekankan bahwa upaya pencegahan jauh lebih penting serta membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai. Pemerintah akan terus melakukan normalisasi, namun keberlanjutan lingkungan bergantung pada kesadaran bersama,” pungkasnya.
Dengan langkah cepat ini, diharapkan aliran Sungai Bagong kembali normal dan potensi banjir di kawasan sekitar dapat diminimalisir selama musim penghujan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas PU Pengairan menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat melalui penanganan bencana yang responsif dan tepat sasaran.
Penulis: Marta Detikposnews.com






