
Banyuwangi – Detikposnews.com // Upaya menjaga kelestarian lingkungan kembali digelorakan melalui program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (SEKARDADU) yang diinisiasi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Kali ini, kegiatan difokuskan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalibaru, Kecamatan Pesanggaran, dengan melibatkan ratusan pelajar, komunitas lingkungan, dan jajaran Korsda Pesanggaran. Rabu (19/11/2025)
Aksi bersih-bersih ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya merawat sungai sebagai sumber kehidupan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, S.T., M.Sc.
Dalam kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh semangat tersebut, sebanyak 520 siswa-siswi SMK Models yang tergabung dalam ORSPALA, 21 karyawan dan karyawati Korsda Pesanggaran, serta 5 personel lintas komunitas dari Sungai Watch turut terlibat langsung.
Dengan peralatan lengkap dan semangat peduli lingkungan, para peserta menyisir sepanjang bantaran sungai untuk mengumpulkan sampah plastik dan limbah rumah tangga yang menumpuk akibat aktivitas masyarakat. Tak hanya berhenti pada pembersihan, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan penanaman tanaman hijau di sekitar area DAS sebagai bentuk penghijauan berkelanjutan.
Hasilnya, aksi gotong royong tersebut berhasil mengumpulkan 322,01 kilogram sampah, yang dikemas dalam 83 karung, terdiri dari limbah plastik, sampah organik, hingga material non-organik lain yang berpotensi mencemari aliran sungai.
Plt. Kepala Dinas PU Pengairan, Riza Al Fahroby, S.T., M.Sc., menyampaikan apresiasinya atas kekompakan seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa pelibatan sekolah dan komunitas dalam perawatan sungai menjadi strategi efektif untuk menanamkan kepedulian sejak usia dini.
“SEKARDADU bukan hanya program pembersihan sungai, tetapi gerakan pendidikan lingkungan yang berkelanjutan. Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, memahami bahwa sungai yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab bersama,” ujar Riza.
Ia juga mengapresiasi kehadiran komunitas Sungai Watch yang selama ini konsisten memantau dan mengelola sampah sungai di berbagai wilayah. Kolaborasi lintas unsur ini diharapkan dapat mempercepat upaya Banyuwangi dalam menciptakan ekosistem sungai yang lebih bersih dan lestari.
Aksi lingkungan tersebut ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk menjaga kebersihan DAS Kalibaru dan mendorong kegiatan serupa di daerah-daerah aliran sungai lain di Banyuwangi. Kegiatan ini membuktikan bahwa kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan komunitas mampu memberi dampak nyata bagi kelestarian lingkungan hidup.
Dengan semangat kolaborasi, SEKARDADU Banyuwangi terus melangkah sebagai gerakan edukatif dan ekologis untuk masa depan sungai yang lebih baik.
Penulis: Marta Detikposnews.com






