
BANYUWANGI – Detikposnews.com // Komitmen nyata dalam memajukan dunia pencak silat di daerah ditunjukkan oleh Calon Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banyuwangi, H. Suwito. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk mendanai para atlet IPSI Banyuwangi dalam setiap kejuaraan, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap peningkatan prestasi pesilat daerah.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas keseriusan Suwito dalam membangun organisasi yang tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga produktif dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi di berbagai level kompetisi.
Keseriusan itu semakin terlihat saat Suwito menjalin komunikasi hingga ke tingkat pusat. Hal ini tergambar dari momen kebersamaannya dengan Ketua PB IPSI terpilih yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Sugiono. Pertemuan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat adanya kedekatan dan harmonisasi antara calon pimpinan IPSI di daerah dengan jajaran pengurus pusat.
Pengamat olahraga menilai, komunikasi lintas tingkatan ini menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Suwito dalam kontestasi menuju kursi Ketua IPSI Banyuwangi. Sinergi antara pusat dan daerah dinilai mampu membuka peluang lebih luas, baik dalam pembinaan atlet, akses kejuaraan, hingga peningkatan kualitas organisasi.
Dalam pernyataannya, Suwito menegaskan bahwa visi utamanya adalah membangun fondasi kuat melalui pembinaan atlet sejak usia dini. Ia juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pelatih, serta memperbanyak ajang kompetisi bagi pesilat Banyuwangi agar terbiasa bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
“Sinergi antara daerah dan pusat menjadi kunci kemajuan organisasi. Kami ingin IPSI Banyuwangi tidak hanya aktif, tetapi juga berprestasi dan berkontribusi dalam menjaga warisan budaya pencak silat,” ujar Suwito.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, ia ingin IPSI Banyuwangi hadir sebagai wadah pembinaan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada prestasi.
Di sisi lain, kepemimpinan Sugiono di tingkat pusat diharapkan mampu membawa energi baru dalam memajukan pencak silat Indonesia. Dengan latar belakangnya sebagai pejabat negara, diharapkan koordinasi antara PB IPSI dan pengurus daerah semakin solid dan terarah.
Dukungan pendanaan yang dijanjikan Suwito pun disambut positif oleh sejumlah pelaku olahraga pencak silat di Banyuwangi. Mereka menilai, salah satu kendala utama dalam pembinaan atlet selama ini adalah keterbatasan biaya, terutama untuk mengikuti kejuaraan di luar daerah.
Dengan adanya komitmen tersebut, harapan baru pun muncul agar para atlet Banyuwangi dapat lebih leluasa mengembangkan potensi tanpa terkendala faktor finansial.
Melalui komunikasi yang telah terjalin baik dengan pusat serta komitmen nyata dalam pembinaan dan pendanaan, Suwito optimistis mampu membawa IPSI Banyuwangi menjadi organisasi yang solid, profesional, dan berdaya saing tinggi di masa mendatang. Ia pun berharap seluruh elemen pencak silat di Banyuwangi dapat bersatu demi kemajuan bersama dan kejayaan prestasi daerah.





