Vidio Viral : Biduan Dangdut Bernyayi Di Atas Panggung Isro Miraj dan Ketua Panitia Di Panggil Polisi
BANYUWANGI – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan seorang biduan dangdut menyanyikan lagu Banyuwangian di atas panggung acara peringatan Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di wilayah Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, dan menuai reaksi keras dari masyarakat.
Dalam video yang viral tersebut, penampilan biduan dangdut dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai religius serta dianggap tidak etis untuk ditampilkan dalam momentum peringatan hari besar Islam. Banyak warganet dan tokoh masyarakat menilai aksi tersebut telah melukai perasaan umat Muslim dan dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap kesakralan peringatan Isra Miraj.

Isra Miraj sendiri merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang sarat dengan nilai spiritual dan keagamaan. Oleh karena itu, masyarakat menilai seharusnya peringatan tersebut diisi dengan kegiatan yang bernuansa religius, seperti pengajian, sholawat, atau ceramah keagamaan, bukan hiburan yang dinilai tidak pantas.
Menanggapi polemik yang berkembang, Ketua Panitia acara, Muhammad Hadiyanto, telah dipanggil oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Songgon untuk dimintai klarifikasi. Dalam keterangannya, ia mengakui adanya kelalaian dalam konsep acara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Banyuwangi, khususnya umat Muslim.
Muhammad Hadiyanto juga telah membuat video permohonan maaf yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, ia menjelaskan secara detail kronologi acara, mulai dari perencanaan hingga terjadinya penampilan yang kini menjadi sorotan publik. Ia menegaskan bahwa pihak panitia tidak memiliki niat untuk melecehkan atau merendahkan peringatan Isra Miraj, melainkan murni karena kurangnya pemahaman dan pengawasan dalam pelaksanaan acara.
Meski demikian, permohonan maaf tersebut belum sepenuhnya meredam kemarahan masyarakat. Banyak warga Banyuwangi yang tetap menyayangkan kejadian tersebut dan berharap ada evaluasi serius agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari. Mereka juga meminta agar panitia penyelenggara acara keagamaan lebih berhati-hati dan menghormati nilai-nilai agama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.
Tokoh masyarakat setempat turut angkat bicara dan mengimbau agar kejadian ini dijadikan pelajaran bersama. Menurut mereka, kebebasan berekspresi dalam seni dan budaya harus tetap memperhatikan konteks acara, waktu, serta nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat, terlebih dalam peringatan hari besar keagamaan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut guna menjaga kondusivitas dan ketertiban di masyarakat. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi, serta menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwenang sesuai dengan hukum yang berlaku. (Red)






