
Pekanbaru – Detikposnrws.com // Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau, Brigjen Pol. Dr. Hengki Hariyadi, S.I.K., M.H., memimpin Apel Jam Pimpinan yang digelar di Mapolda Riau. Dalam arahannya, Wakapolda Riau menegaskan sejumlah penekanan strategis sebagai bagian dari penguatan kinerja organisasi, peningkatan integritas personel, serta adaptasi Polri terhadap tantangan zaman, khususnya di era digital.
Mengawali arahannya sebagai pejabat baru di Polda Riau, Brigjen Pol. Hengki Hariyadi menyampaikan bahwa terdapat diferensiasi atau kekhasan Polda Riau dalam melaksanakan tugas kepolisian. Diferensiasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan yang dirancang untuk menjawab tantangan lokal maupun nasional. Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah penerapan Green Policing atau kebijakan kepolisian yang berwawasan lingkungan.
Menurutnya, Green Policing bukan sekadar slogan, melainkan pendekatan strategis yang mengedepankan perspektif ekologis, budaya, dan nilai-nilai agama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Pendekatan ini merupakan manifestasi dari paradigma community policing modern, di mana Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga ketertiban dan kelestarian lingkungan.
“Dalam pelaksanaan tugas, kita harus lebih mengedepankan upaya penjagaan dan pencegahan. Ini adalah indikator dari konsep community policing yang modern. Dengan diferensiasi ini, saya ingin membackup penuh tugas-tugas serta program yang telah dicanangkan dan diluncurkan oleh Bapak Kapolda,” tegas Wakapolda Riau di hadapan seluruh peserta apel.
Lebih lanjut, Brigjen Pol. Hengki Hariyadi mengingatkan bahwa profesi kepolisian merupakan profesi yang mulia, bahkan kerap disebut sebagai noble profession. Oleh karena itu, setiap anggota Polri terikat kuat oleh pedoman hidup dan pedoman kerja, yakni Tribrata dan Catur Prasetya, yang menjadi landasan moral dan etika dalam menjalankan tugas.
Ia menekankan bahwa esensi utama tugas kepolisian adalah melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Sementara itu, penegakan hukum merupakan langkah terakhir atau ultimum remedium yang dilakukan apabila upaya preventif dan persuasif tidak lagi efektif. Dalam konteks ini, Wakapolda Riau mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga perilaku dan integritas.
“Kita berbuat baik saja belum tentu dipuji oleh masyarakat, apalagi jika kita melanggar. Jangan sampai kita menghianati jati diri kita sebagai anggota Polri,” ujarnya dengan nada tegas.
Terkait penegakan disiplin dan hukum di internal kepolisian, Wakapolda Riau menegaskan bahwa setiap pelanggaran, khususnya yang berkaitan dengan tindak pidana seperti narkoba, harus ditindak secara tegas. Penindakan tersebut harus memberikan efek jera, tidak hanya bagi pelaku secara personal (spesialis), tetapi juga bagi seluruh anggota dan masyarakat secara umum (generalis), agar tidak ada ruang toleransi terhadap pelanggaran hukum.
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Hengki Hariyadi juga menyampaikan perannya sebagai booster bagi Kapolda Riau, yakni memberikan dorongan semangat dan motivasi kepada seluruh jajaran agar terus bertugas secara profesional, berprestasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Memasuki penekanan ketiga, Wakapolda Riau mengingatkan bahwa Polri saat ini hidup dan bertugas di era digital. Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola dan modus berbagai jenis kejahatan. Kejahatan seperti perdagangan orang (trafficking in person), peredaran narkoba, hingga kejahatan transnasional lainnya kini banyak memanfaatkan media sosial dan platform digital.
“Oleh karena itu, dalam penindakan hukum, kita harus bertindak tegas namun tetap memberikan implikasi preventif. Artinya, penegakan hukum harus mampu memberikan efek jera, baik secara spesialis maupun generalis, sehingga pelaku jera dan masyarakat lain takut untuk melakukan tindak pidana,” jelasnya.
Apel Jam Pimpinan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Polda Riau untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Dengan penguatan Green Policing, penegakan integritas, dan adaptasi terhadap era digital, Polda Riau diharapkan semakin profesional, humanis, dan dipercaya oleh masyarakat.
Editor : Marta Detikposnews






