
Tebingtinggi – Detikposnews.com // Ratusan massa yang mengatasnamakan Tebing Tinggi Bergerak (TTB), Senin (19/1/2026),melakukan aksi unjuk rasa dengan menggeruduk kantor DPRD setempat.
Mereka melakukan orasi di pintu masuk gedung DPRD dan diterima Ketua bersama anggota lainnya.
Para pengunjuk rasa membawa spanduk dan pengeras suara menggunakan mobil komando bak terbuka.
Sejumlah orator mempersoalkan berbagai masalah, yang terjadi di pemerintahan, mulai dari proyek rehab akhir tahun, persoal tata kelola pemerintahan, pemilihan kepling hingga masalah Musda MUI yang dicampuri pemerintah kota.
Jubir pengunjuk rasa Rahmat mempertanyakan pengerjaan proyek yang dinilai bermasalah, dan Aswadi Simatupang mempertanyakan proses pemilihan kepling (kepala lingkungan) yang sarat pelanggaran lantaran ikut campur tangan Wali Kota.
Sedangkan Ustadz Muslim Istiqamah,SE SSQ,C.TP mempersoalkan hilangnya beasiswa penghafal Quran serta kegiatan Safari Ormas- ormas islam ke Masjid yang sejak beberapa Wali Kota sebelumnya berlangsung tapi di masa Wali Kota sekarang berhenti.
“Selain itu, banyaknya Madrasah sore yg tutup karna tidak lagi di dukung Pemko,” ungkap Ustadz Muslim aistiqomah.
Para pendemo selanjutnya menerobos masuk ke ruang utama DPRD untuk melakukan dialog.
Terlihat 12 anggota DPRD menerima para pengunjik rasa yang menyampaikan aspirasi mereka.
Ketua DPRD Tebingtinggi, Sakti Khadafi Nasution di hadapan pengunjuk rasa mengeluhkan pihak eksekutif yang cenderung mengabaikan DPRD.
“Banyak surat-surat DPRD yang tidak ditanggapi Wali Kota,” ujar Khadafi.
Seirama dengan Ketua DPRD, Wakil Ketua Muhammad Ikhwan menyarankan, jika tidak lagi dianggap lebih baik bubarkan saja DPRD.
Dalam dialog antara anggota DPRD dengan pendemo sejumlah masalah juga mengemuka.
Pendemo menegaskan agar pemilihan kepling diulang kembali tanpa melalui panitia musyawarah tapi secara langsung.
Hingga berita ini dikirim, pertemuan DPRD dengan pengunjuk rasa masih berlangsung.
(K. Saragih )






