
Gilimanuk – Detikposnews.com // Suasana di kawasan Pelabuhan Gilimanuk kembali dihebohkan dengan terjadinya aksi keributan hingga adu jotos antar sejumlah orang yang diduga dipicu oleh perebutan antrean kendaraan untuk masuk ke kapal penyeberangan. Jum’at (13/03/2026)
Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebuah video diunggah oleh akun Facebook bernama Indra Oye. Dalam video yang beredar luas tersebut terlihat beberapa orang terlibat cekcok mulut yang kemudian berujung pada aksi saling dorong hingga adu pukul di area antrean kendaraan.
Berdasarkan keterangan yang beredar, keributan diduga dipicu karena adanya kendaraan yang mencoba masuk lebih dahulu ke dalam antrean menuju kapal penyeberangan. Situasi tersebut memicu emosi sejumlah sopir dan pengguna jasa penyeberangan lainnya yang merasa antrean tidak berjalan secara tertib.
Dalam rekaman video tersebut tampak sejumlah orang mencoba melerai keributan agar situasi tidak semakin memanas. Beberapa petugas yang berada di sekitar lokasi juga terlihat berusaha menenangkan pihak-pihak yang terlibat agar pertikaian tidak meluas.

Unggahan video itu pun langsung mendapat berbagai tanggapan dari warganet. Banyak dari mereka menduga keributan tersebut berkaitan dengan praktik “pengkondisian muatan”, yakni dugaan adanya oknum tertentu yang mengatur kendaraan agar bisa masuk kapal lebih dulu tanpa mengikuti antrean resmi.
Sejumlah komentar warganet menilai praktik semacam itu kerap memicu kecemburuan di antara para sopir, terutama ketika antrean kendaraan menuju kapal penyeberangan sedang padat.
Sebagaimana diketahui, Pelabuhan Gilimanuk merupakan salah satu jalur penyeberangan tersibuk yang menghubungkan Pulau Bali dengan Pulau Jawa melalui Pelabuhan Ketapang. Kepadatan kendaraan sering terjadi, terlebih saat momen tertentu seperti musim liburan maupun menjelang hari besar keagamaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pelabuhan maupun aparat keamanan terkait kronologi lengkap serta apakah ada pihak yang diamankan dalam insiden keributan tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat meningkatkan pengawasan dan penertiban antrean kendaraan di area pelabuhan agar kejadian serupa tidak kembali terulang serta pelayanan penyeberangan dapat berjalan lebih tertib dan aman bagi seluruh pengguna jasa.






