
TEBINGTINGGI – Detikposnews.com // Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tebing Tinggi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (10/9/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti jajaran petugas serta warga binaan pemasyarakatan.
Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan turut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait. Di antaranya, mewakili Wali Kota Tebing Tinggi Kabag Kesra Azanul Akbar Lubis, Kalapas Kelas IIB Tebing Tinggi Brahmana Sembiring, perwakilan Kapolres Tebing Tinggi Iptu Roni Khan, perwakilan Kapolres Serdang Bedagai Ipda Aidil, Ketua Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Hajar Widianto, Ketua Pengadilan Negeri Serdang Bedagai Maria Christine Natalia Barus, perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi Tedy, Kepala Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai Amrizal Bangun, Kepala Kementerian Agama Tebing Tinggi MHD David Saragih, perwakilan Kepala BNN Kota Tebing Tnggi M. Awaluddin, Danyon Brimob Tebingtinggi Kompol Bima Anggalaksana, perwakilan Danramil 13 Tebing Tinggi Serma Agus M, Pimpinan Cabang BRI TebingbTinggi serta Al-Ustadz Drs. Mulkan Azima.
Kalapas Kelas IIB Tebing Tnggi Brahmana Sembiring mengatakan, kegiatan Maulid Nabi merupakan bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan, pihaknya berharap warga binaan dapat mengisi masa pembinaan dengan kegiatan positif dan meningkatkan kualitas diri.
“ kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat bagi warga binaan dan menjadi bagian dari proses pembinaan, sehingga nantinya mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Al-Ustadz Drs. Mulkan Azima dalam tausiyahnya mengajak warga binaan untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Ia mengingatkan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta memperbanyak introspeksi diri.
Menurutnya, masa menjalani pembinaan di Lapas hendaknya tidak dipandang hanya sebagai masa menjalani hukuman, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat mental dan spiritual, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Ia juga mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga salat lima waktu dan menjadikan ibadah sebagai bagian penting dalam proses perubahan diri.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh kekhidmatan.
(JB)



