
Tebing Tinggi – Detikposnews.com // Bisnis terselubung peredaran gelap narkotika jenis sabu di kawasan Jalan Pelita, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Kampung Jati, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara tetap exsis dan di ketahui kian marak dan berada pada titik yang sangat memprihatinkan.
Meskipun Satresnarkoba Polres Tebing Tinggi tercatat berulang kali melakukan operasi penggerebekan di lokasi tersebut, bisnis haram ini seolah tak pernah mati. Ketegasan hukum di wilayah ini tampaknya belum mampu menyurutkan nyali bandar dan para pelaku untuk terus mengedarkan barang terlarang tersebut.
Berdasarkan hasil investigasi mendalam dan himpunan informasi dari berbagai sumber di lapangan, jaringan peredaran gelap ini disinyalir kuat dikendalikan secara sistematis oleh seorang pria berinisial W. Nama W sendiri sudah tidak asing di telinga publik maupun aparat hukum.
Rekam jejak W sendiri diketahui pernah menjadi target penggerebekan oleh petugas kepolisian. Namun, dalam operasi penindakan masa lalu tersebut, petugas dilaporkan gagal menemukan barang bukti di tangannya, sehingga sang masterminds kembali melenggang bebas.
Ironisnya, pasca-aksi penggerebekan yang dilakukan aparat selama ini, intensitas transaksi narkoba di titik yang sama justru dilaporkan tetap berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Mandulnya efek jera dari upaya hukum ini memicu spekulasi liar dan riak protes di tengah masyarakat luas.
Warga mulai menyuarakan kekhawatiran bahwa sindikat yang dipimpin oleh W terkesan “kebal hukum” akibat lemahnya pengusutan hingga ke akar ekosistem bisnis tersebut. Akibatnya, warga sekitar terpaksa hidup dalam bayang-bayang ketakutan dan kecemasan psikologis karena harus menyaksikan transaksi narkoba secara kasat mata hampir setiap hari.
“Kalau aktivitas transaksi sudah dimulai, hilir mudik sepeda motor pembeli keluar masuk tanpa henti di Kampung Jati ini, mirip seperti pasar. Kami warga di sini merasa sangat tidak tenang dan terancam. Sampai kapan kampung kami dibiarkan rusak seperti ini tanpa ada tindakan yang benar-benar mematikan jaringan mereka?
“Keluh salah seorang warga setempat, Misnah (bukan nama sebenarnya), saat memberikan kesaksian kepada awak media, Kamis (1/10/2026).
Situasi lingkungan yang kian tidak kondusif dan darurat narkoba ini membuat masyarakat kini menaruh harapan besar pada pucuk pimpinan kepolisian yang baru. Warga secara terbuka mendesak Kapolres Tebing Tinggi yang baru menjabat, AKBP Hotmartua Ambarita, S.H., S.I.K., M.H., untuk segera mengambil langkah konkret, taktis, dan tanpa pandang bulu.
Masyarakat menuntut adanya operasi pembersihan total berskala besar guna meruntuhkan imperium peredaran narkoba yang dikomandoi W. Langkah berani dan komitmen nyata dari Polres Tebing Tinggi kini sangat dinantikan demi memutus mata rantai suplai sabu, sekaligus menyelamatkan masa depan generasi muda di Kelurahan Durian dari kehancuran total akibat ketergantungan zat adiktif.
(JB)




