
Detikposnews.com // BATANGHARI, JAMBI — Kecelakaan maut yang diduga melibatkan kendaraan Toyota Innova Reborn di Jembatan Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, pada Minggu dini hari, 27 September 2026, menyisakan sejumlah pertanyaan.
Seorang warga Desa Pelayangan, NS (60), ditemukan tergeletak di lokasi dan kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke Puskesmas Muara Tembesi.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian keluarga korban karena kendaraan yang diduga terlibat disebut meninggalkan lokasi setelah kecelakaan.
Potongan Plat Nomor Ditemukan di TKP
Informasi awal mengenai kecelakaan diketahui warga sekitar pukul 04.00 WIB. Saat mendatangi lokasi, warga menemukan korban dalam kondisi tertelungkup di atas Jembatan Pelayangan.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans sekitar pukul 04.50 WIB menuju Puskesmas Muara Tembesi. Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Di sekitar lokasi kejadian, warga menemukan satu keping bagian plat nomor kendaraan bertuliskan BH 1929 BN.
Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk yang ditelusuri pihak keluarga untuk mengetahui kendaraan yang diduga
terlibat dalam kecelakaan.BH 1929 BN Disebut Terdaftar sebagai Toyota Innova Reborn
Pihak keluarga kemudian melakukan penelusuran terhadap nomor kendaraan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, nomor polisi BH 1929 BN disebut terdaftar untuk kendaraan Toyota Innova Reborn warna hitam.
Keluarga selanjutnya memperoleh informasi bahwa kendaraan tersebut diduga berkaitan dengan seorang anggota Polri aktif berinisial/nama Anton, yang disebut bertugas di wilayah Polsek Mersam.
Namun, informasi mengenai identitas kendaraan dan pengemudi tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari kepolisian, termasuk pemeriksaan terhadap kendaraan serta kecocokan bagian plat yang ditemukan di TKP.
Keluarga Sebut Nama Anton, Minta Polisi Buka Terang
Kamis malam, 1 Oktober 2026, tim media menemui salah seorang keluarga korban berinisial RK (36) di rumah duka.
RK membenarkan bahwa NS merupakan orang tuanya dan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kawasan Jembatan Pelayangan.
Menurut RK, keluarga memperoleh informasi bahwa kendaraan Toyota Innova Reborn dengan nomor polisi BH 1929 BN berkaitan dengan kecelakaan tersebut. RK juga menyebut nama Anton yang menurut keterangannya merupakan anggota Polsek Mersam.
RK mengaku keluarga menduga pengemudi kendaraan meninggalkan lokasi setelah kecelakaan.
“Kita bisa lihat, mendengar, lalu sama-sama kita menyimpulkan. Dia memutuskan untuk melarikan diri dan bersembunyi. Namun, plat nomor mobil tersebut terlepas dan tertinggal di TKP,” ujar RK.
Keterangan tersebut merupakan pernyataan keluarga korban dan masih perlu diuji melalui penyelidikan serta keterangan resmi pihak kepolisian.
Dugaan Keberadaan Pengemudi Juga Dipertanyakan
Keluarga juga menyampaikan informasi yang mereka terima mengenai dugaan keberadaan Anton setelah kejadian.
Menurut RK, Anton disebut sempat berada di Desa Pematang Lima Suku dan mendatangi rumah seseorang yang dikenal dengan nama Taufik, yang disebut memiliki hubungan bisnis BBM.
Informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen. Karena itu, diperlukan pendalaman aparat untuk memastikan apakah informasi tersebut memiliki kaitan dengan perkara kecelakaan atau tidak.
Polisi Didorong Transparan
Dengan adanya korban meninggal dunia dan ditemukannya potongan plat nomor di lokasi, keluarga meminta aparat penegak hukum mengusut perkara tersebut secara menyeluruh.







