
Tapteng//detikposnews.com –Polres Tapanuli Tengah terus menyelidiki kasus penemuan bayi perempuan yang diduga dibuang di pinggir jalan Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, seorang pria berinisial R.S. (27), yang bekerja sebagai koki kafe di Sibolga, diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Ia dikabarkan berada di Kota Medan dan kini dalam pengejaran petugas.
Kasus ini bermula dari hubungan asmara antara R.S. dan ibu kandung bayi berinisial D.W. (27). Bayi tersebut lahir pada 15 Maret 2026 dan kemudian diserahkan kepada R.S. pada 1 Oktober 2026.
Selanjutnya, bayi dititipkan kepada seorang pengasuh berinisial A. Parapat di wilayah Pandan dengan kesepakatan upah perawatan Rp200.000 per minggu. Bayi tersebut diketahui memiliki kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian medis khusus dan pernah menjalani perawatan di RSUD Pandan.
Pada Kamis malam (8/10/2026), pengasuh mendatangi R.S. untuk mengembalikan bayi karena persoalan upah dan biaya pengobatan yang disebut belum dipenuhi. Setelah terjadi perselisihan, R.S. diduga membawa bayi ke arah Sipange.
Keesokan paginya, bayi ditemukan warga dalam kondisi terlantar di pinggir jalan dan kejadian tersebut dilaporkan kepada polisi.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku. Semua pihak tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menunggu keterangan resmi kepolisian, (Iriadi).





