Foto : Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si. Saat Memimpin Forum Group Discussion (FGD) Di BAPPEDA Banyuwangi
BANYUWANGI – Detikposnews.com // Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyuwangi menghadiri Forum Group Discussion (FGD) penyusunan roadmap transformasi ekonomi bernilai tambah tinggi (hilirisasi) yang digelar di Ruang Rapat Pangripta lantai 3 BAPPEDA Banyuwangi. Rabu (15/04/2026)
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, dan dihadiri oleh berbagai perangkat daerah serta pemangku kepentingan terkait. FGD tersebut menjadi bagian penting dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang berfokus pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi sektor unggulan.
Dalam forum tersebut, DPMPTSP Kabupaten Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam mendukung transformasi ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan aspek legalitas usaha bagi para pelaku usaha. Legalitas dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Perwakilan DPMPTSP menyampaikan bahwa kemudahan perizinan dan kepastian hukum menjadi faktor kunci dalam mendorong tumbuhnya sektor hilirisasi di Banyuwangi. Dengan sistem pelayanan yang semakin terintegrasi dan berbasis digital, diharapkan para pelaku usaha dapat mengakses layanan perizinan secara cepat, mudah, dan efisien.
“DPMPTSP memiliki peran strategis dalam memastikan setiap pelaku usaha memiliki legalitas yang jelas, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan membuka peluang investasi yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan upaya mendorong hilirisasi sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah,” ungkap salah satu perwakilan dalam forum tersebut.
FGD ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan visi pembangunan antara perangkat daerah, khususnya dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal agar dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri kreatif menjadi fokus utama dalam pengembangan hilirisasi di Banyuwangi.
Kepala Bappeda Banyuwangi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyusun roadmap yang tidak hanya visioner, tetapi juga implementatif. Menurutnya, hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan struktur ekonomi daerah, mengurangi ketergantungan pada komoditas mentah, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
“Transformasi ekonomi melalui hilirisasi harus menjadi agenda bersama. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan dari seluruh perangkat daerah, kita optimistis Banyuwangi mampu menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.
Lebih jauh, kegiatan ini juga memperkuat arah pembangunan daerah yang berorientasi pada keberlanjutan dan inklusivitas. Hilirisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
(Marta detikposnews)




