
Sampang – detikposnews.com // Festival Literasi kabupaten Sampang 2026 menjadi wadah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), untuk meningkatkan kreativitas serta mendorong budaya melek literasi dan mutu pendidikan kesetaraan di kabupaten Sampang, dengan tema literasi berakar budaya berkibar menuju Sampang hebat bermartabat plus, Senin ( 21/09/2026 ).
Festival Literasi kabupaten Sampang dilaksanakan dari hari Senin tanggal 21 September sampai hari Rabu 23 September 2026, bertempat di halaman kantor Perpustakaan dan ke Arsipan Daerah ( Perpusda ) jl. Merapi no. 03 sampang. Kegiatan tersebut di mulai dari jam 08.00 sampai 21.00 wib. Dibuka secara resmi oleh wakil Bupati Sampang H. Achmad Mahfud.
Dalam festival Literasi Sampang 2026 di ikuti PKBM sebanyak 15 stand perpustakaan terdiri dari lembaga pendidikan menengah, atas, universitas dan komunitas baca se-kabupaten Sampang.
Sementara, PLT kepala dinas perpusda Sampang, Hj. Khoiriyah SH., MH, mengatakan dalam sambutannya, bahwa tujuan diadakannya festival Literasi kabupaten Sampang adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat di kabupaten Sampang.
” Dasar hukum festival Literasi 2026 yakni: undang undang no. 20 tahun 2023, tentang sistim pendidikan nasional, undang undang no. 3 tahun 2017 tentang sistem pembukuan, undang undang no.20. tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, dan undang undang no. 43 tahun 2007 tentang perpustakaan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan minat baca, kreativitas dan mendorong budaya melek literasi, serta mutu pendidikan kesetaraan di kabupaten Sampang,” ucapnya.
Sementara wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfud dalam sambutannya menegaskan, bahwa semoga minat baca dan pengunjung perpustakaan di kabupaten Sampang makin di minati warga masyarakat kabupaten Sampang.
“Semoga minat baca warga masyarakat di kabupaten Sampang semakin baik dan semakin banyak, karena salah satu makanan dari pikiran otak kita adalah membaca, ” tuturnya.
Lebih lanjut, Ra Mahfud menegaskan, membaca buku ada nilai tersendiri artinya nilai membaca buku mempunyai makna lebih dalam di pikiran kita.”
” Peran kearsipan dan perpustakaan, sangat lah penting, kedepannya dapat meningkatkan minat baca masyarakat di kabupaten Sampang, sementara minat baca/ pengunjung masyarakat sampang di kabupatensampang pada tahun 2025 sebanyak 38 ribu pengunjung, dengan membaca buku berarti membuka jendela dunia, membaca buku mempunyai makna lebih dalam pikiran,” tuturnya.
Lebih lanjut, Mahfud menegaskan Literasi adalah membangun investasi jangka panjang untuk membangun masa depang generasi bangsa, semoga badan kearsipan dan perpustakaan di kabupaten Sampang semakin berinovasi dalam membangun minat baca masyarakat kabupaten Sampang.
” Dengan tema ‘ literasi berakar budaya, berkibar menuju Sampang hebat bermartabat plus,pepatah dari pendahulu kita jangan lupakan jas merah artinya jangan lupakan sejarah dan budaya, mari membaca, mari belajar dan marilah merawat buku dan kunjungi kearsipan dan perpuataakan di kabupaten Sampang,” tegasnya.
Sementara dalam festival Literasi 2026 kabupaten Sampang, salah satu pengunjung, Nadia Fajriyah Salsabila, dari SDN gunung Sekar 2 kabupaten Sampang, beserta kawan kawannya, saat ditanya oleh awak media ini mengatakan, kegiatan festival Literasi ini menurut kami sangatlah baik, dapat menbah ilmu pengetahuan.
Serta banyak buku bacaan yang dapat kami baca, menambah kepercayaan pada kami dalam berinteraksi dengan kakak kakak penjaga stand, orangnya ramah dan sopan, serta sebagai penyemangat dalam belajar dan mencari ilmu di sekolah.
” Disamping menambah ilmu pengetahuan, kami juga mendapatkan tugas dari sekolah, dan juga untuk inspirasi dalam mencari referensi buku buku bacaan, serta dapat bertanya langsung kepada kakak kakak penjaga stand yang ada terkait buku bacaan dan literasi,” tutupnya.
Perlu di ketahui bahwa, kegiatan festival Literasi 2026 kabupaten Sampang juga di isi dengan pameran produk, gelar wicara literasi, bedah buku, panggung pentas seni dan hiburan. Juga santunan kepada 10 anak yatim yang langsung di di berikan oleh wakil Bupati Sampang.
Dengan diadakannya festival Literasi 2026 di kabupaten Sampang, warga Sampang semakin giat membaca buku, karena membaca buku adalah membuka jendela dunia.
Penulis : Soleh
Editor. : Redaksi
Sumber: detikposnews.com




