
Mojokerto,-* detikposnews.com Kepulan asap dan kobaran api yang membakar semak belukar di kawasan lahan kosong Dusun Temuireng, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026) sore, langsung mendapat respons cepat aparat kewilayahan. Anggota Koramil 0815/08 Dawarblandong Sertu Basori bersama personel Polsek dan masyarakat sekitar berjibaku melakukan penanganan agar kobaran api tidak meluas dan mengancam lingkungan di sekitarnya.
Begitu menerima informasi adanya titik api, personel TNI-Polri bersama warga bergerak menuju lokasi. Dengan kondisi medan berupa semak dan dedaunan kering yang mudah terbakar, petugas bahu-membahu melakukan pemadaman sekaligus memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi kembali menyala. Upaya tersebut dilakukan secara cepat dan terkoordinasi hingga api berhasil dipadamkan.
Kebakaran diketahui terjadi di kawasan semak lahan kosong di pinggir jalan raya Temuireng. Cuaca yang panas serta kondisi vegetasi yang kering diduga menjadi faktor yang mempercepat muncul dan merambatnya api. Berkat respons cepat dan sinergi aparat bersama masyarakat, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke area lainnya.
“Kami bersama anggota Polsek dan masyarakat langsung bergerak begitu mendapat informasi. Yang terpenting adalah api segera dikendalikan agar tidak merambat dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan banyaknya lahan dengan vegetasi kering,” ujar Sertu Basori anggota Koramil 0815/08 Dawarblandong di lokasi.
Dari hasil penanganan, area semak yang terdampak kebakaran diperkirakan seluas ±800 meter persegi. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut. Setelah api dinyatakan padam, personel tetap melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran lahan membutuhkan kepedulian dan kewaspadaan bersama. Ketika TNI, Polri dan masyarakat bergerak dalam satu langkah, kobaran api dapat ditundukkan sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar. Sinergi dan kepedulian bersama menjadi kunci menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan di wilayah Mojokerto Raya.)Hab)






