Caption: camat Menganti Gresik Arif Bagus Jauhari, saat membuka kirab budaya Menganti 2026( dok: noeradi/ detikposnews.com)
Menganti, Gresik – detikposnews.com – Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang jalan Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, dalam gelaran akbar Kirab Budaya Menganti 2026, Sabtu (31/10/2026)
Acara tahunan yang paling ditunggu-tunggu warga Menganti ini berlangsung super meriah. Sebanyak 26 Sound Horeg dengan spek karnaval ikut memeriahkan kirab budaya, membuat suasana semakin pecah dan mengguncang.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Menganti, Arif Bagus Jauhari, Kapolsek, Danramil, dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Menganti, hadir melepas langsung peserta kirab budaya ini
Kirab budaya ini diikuti oleh seluruh desa se-Kecamatan Menganti, menampilkan berbagai kesenian tradisional, mulai dari tari-tarian adat, pawai budaya, hingga gunungan hasil bumi sebagai wujud syukur warga.
Kegiatan sedekah bumi tahun ini berlangsung sejak sore hingga sekitar pukul 23,00 WIB, sementara penggunaan sound horeg dalam kegiatan ini sebelumnya pernah dilakukan pada Tahun 2024.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan gangguan arus lalulintas, pihak kepolisian dan dinas perhubungan serta pemerintah kecamatan telah merekayasa jalur lalulintas, terutama di pertigaan Menganti, yang menjadi titik simpul kepadatan dan kemacetan.
Sementara itu, Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman.
Mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah memberikan himbauan kepada panitia agar pelaksanaan kegiatan sedekah bumi ini tidak menggunakan sound horeg menyusul adanya surat edaran terkait larangan penggunaan sound horeg.
” Kami menghimbau kepada peserta kirab budaya untuk tidak menggunakan Sound Horeg, namun kirab budaya ini sudah menjadi tradisi, diharapkan masyarakat dan peserta pawai kirab budaya mentaati aturan hukum yang berlaku, ikut menjaga ketertiban umum bersama,” tuturnya.
Disisi lain camat Menganti, Arif Bagus Jauhari mengatakan pada media ini, Kirab Budaya Menganti ini adalah wujud pelestarian budaya leluhur dan ajang silaturahmi antar desa.
“Alhamdulillah tahun ini sangat meriah, 26 sound horeg ikut berpartisipasi, tapi tetap aman dan kondusif. Ini membuktikan budaya dan modern bisa jalan bareng,” ujar Arif camat menganti yang berpenampilan menarik namun penuh pesona.
Dari total 26 kendaraan yang berpartisipasi sebanyak 25 unit menggunakan truk dan mobil pickup. Setiap peserta dikasih jangka waktu 10 menit untuk menampilkan antraksi di titik akhir kirab.
Sepanjang rute, warga sangat antusias. Dentuman bass sound horeg yang berkolaborasi dengan kesenian tradisional menjadi daya tarik utama. Meski dentuman sound menggelegar, acara tetap berjalan tertib dengan pengamanan ketat dari Panitia, TNI-Polri, dan Banser.
Warga Menganti mengaku sangat puas dengan kemeriahan tahun ini. Salah satu warga Menganti Hadi, mengapresiasi kirab budaya tersebut.
“Puas pol, meriahnya luar biasa, 26 sound horeg full, menganti memang istimewa, budayanya jalan, hiburannya juga dapat,” pungkas Hadi warga sekitar..
Kirab Budaya Menganti 2026 ditutup dengan doa bersama dan hiburan rakyat, sebagai harapan agar Kecamatan Menganti semakin maju, rukun, dan budayanya tetap lestari.
Penulis : Noeradi
Editor : Soleh
Sumber: detikposnews.com
Pe





