CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?
Dolok Masihul — Detikposnews.com // Puluhan emak-emak di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menggelar aksi protes di SPBU 13.203.188 yang berada di Kelurahan Pekan Dolok Masihul, kamis (18/6/2026) pagi.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa waktu terakhir ini
Sekitar 60 warga yang terlibat dalam aksi tersebut mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis pertalite dan solar selama hampir satu bulan terakhir.
Mereka menilai distribusi dan pasokan BBM di SPBU tersebut tidak berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi.
Dalam aksi itu, para warga membentangkan sejumlah spanduk yang berisi tuntutan agar praktik penyulingan BBM dihentikan.
Salah satu spanduk bertuliskan, “Usir Penyuling, Kami Tidak Terima Minyak Kami Dibawa Keluar Dolok Masihul”.
Nurhayati Simarmata dan Rubiatun yang bertindak sebagai juru bicara massa menyampaikan bahwa masyarakat sudah sangat terbebani akibat harus mengantre terlalu lama untuk mendapatkan BBM.
Mereka juga menduga adanya pihak tertentu yang menyalurkan BBM ke luar wilayah sehingga pasokan untuk masyarakat setempat menjadi sangat berkurang
“Sudah hampir sebulan Pertalite dan solar susah. Kami dapat menduga ada yang nyuling atau mengirim BBM ke luar Dolok Masihul,” ujar salah seorang orator dalam aksi tersebut.
Warga mendesak Pertamina bersama aparat terkait untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap distribusi BBM di SPBU tersebut.
Mereka juga meminta adanya tindakan tegas apabila ditemukan penyimpangan dalam penyaluran bahan bakar bersubsidi.
Menanggapi tuntutan warga, Humas SPBU Dolok Masihul, Alfandi Zuhri, membantah bahwa kelangkaan BBM terjadi akibat adanya penyaluran ke luar daerah.
Ia menegaskan pasokan BBM ke SPBU tetap masuk setiap hari.
Menurut Alfandi, persoalan yang terjadi bukan karena tidak adanya stok BBM, melainkan jumlah pasokan yang diterima tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
“BBM bukan tidak ada atau langka. Pasokan tetap diantar setiap hari, tetapi jumlah yang diterima tidak sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, permintaan kami 16 ton, namun yang datang 8 ton,” jelasnya.
Setelah dilakukan mediasi antara perwakilan warga dan pihak SPBU yang turut dikawal personel Polsek Dolok Masihul, situasi akhirnya dapat diredam.
Massa kemudian membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan seluruh aspirasi dan tuntutannya,kami akan terus memantau ‘ yang bagaimana ‘ kita lihat selama ini pengisian BBM menggunakan kendaraan roda dua/ kereta, Cemana ngk cepat abis , yang Setok 8 ton ,,tp banyak untuk keluar,, jadi masyarakat kekurangan,,
(Team)






