
Kabupaten Agam – Detikposnews.com // Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah populasi terbanyak. Indonesia juga dihadapkan pada tingginya angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Berbagai upaya untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk telah dilakukan oleh Pemerintah. Salah satu upaya Pemerintah yang cukup efektif yaitu melalui pemantauan Kesehatan ibu masa setelah melahirkan dengan memperhatikan psikologis dan mental ibu salah satunya dengan program Keluarga Berencana (KB), senam nifas dan melakukan pijat laktasi untuk memberikan kenyaman.
KB, senam nifas dan pijat laktasi sebagai salah satu strategi untuk mengurangi kematian ibu khususnya ibu dengan kondisi 4T yaitu Terlalu muda melahirkan (dibawah usia 20 tahun), Terlalu sering melahirkan, Terlalu dekat jarak melahirkan, dan Terlalu tua. Pemakaian kontrasepsi, senam nifas dan pijat laktasi masih di pengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor interna dan faktor eksterna. Faktor interna antara lain pengetahuan, persepsi, tingkat pendidikan, pemilihan pribadi/asumsi, kepercayaan dan keyakinan. sedangkan faktor eksterna antara lain informasi dari petugas, dukungan suami dan sosial budaya, Jum’at : 14 Agustus 2026.
Masih rendahnya keikutsertaan Ibu menggunakan KB Pasca Persalinan, melakukan senam nifas dan pijat lajtasi disebabkan oleh rendahnya pengetahuan, kurangnya informasi dan konseling, sikap, tidak ada dukungan suami dan tidak ada kunjungan rumah pada masa nifas. oleh karena itu puskesmas tiku mengahdirkan inovasi suatu inovasi GERAH KIPAS Gerakan Cegah Hamil dengan ber KB Pasca Nifas). Kontrasepsi pasca persalinan adalah metode kontrasepsi yang digunakan oleh ibu setelah melahirkan, biasanya dalam waktu 0-42 hari setelah persalinan. Penggunaan kontrasepsi ini memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan ibu maupun untuk perkembangan anak.
Keunggulan keluarga Berencana, senam nifas dna pijat laktasi pada ibu nifas ini terletak pada manfaatnya seperti mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, memberikan waktu pemulihan, menurangi resiko stunting, meningkatkan kesehatn mental, meningkatkan kualitas keluarga, melancarkan saluran ASI yang tersumbat, meningkatkan kenyamaan, mempercepat proses involusi uterus, dan mendukung Pendidikan dan karir ibu.
Kebaharuan dari inovasi gerah kipas ini terletak pada pendekatan yang lebih mendalam dan interaktif kepada ibu nifas dengan memberikan edukasi Kesehatan mengenai jenis-jenis, cara kerja, efek samping dari alat-alat kontrasepsi , manfaat dan keuntungan dari senam nifas dan pijat laktasi dan forum diskusi antara ibu nifas dan tenaga Kesehatan.
Inovasi ini diharapkan dapat membantu ibu nifas untuk dapat menggunakan haknya untuk menggunakan KB sesuai keinginannya tanpa ada nya larangan dari suami dan keluarga. Meberikan kenyaman pada saat masa nifas dengan melakukan senam nifas dan pijat laktasi yang bisa dilakukan dirumah sesuia ajaran dari petugas Kesehatan.
(Rismanto Agam)




