
DELI SERDANG – Fetikposnews.com // Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, mengaku masih mengalami trauma setelah kaca jendela rumah dinasnya pecah dalam peristiwa yang diduga berkaitan dengan tembakan orang tidak dikenal. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara.
Lom Lom mengatakan dirinya bersama keluarga belum merasa tenang untuk kembali menjalani aktivitas seperti biasa di rumah dinas. Bahkan, ia mengaku mempertimbangkan untuk pindah karena masih dihantui rasa khawatir.
“Belum ada hasil Labfor dari polisi. Ya sekarang masih trauma lah kita. Satu keluarga takut, kalau bisa pindah dari rumah dinas,” ujar Lom Lom, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pengamanan yang saat ini dilakukan di rumah dinas, meski melibatkan personel Satpol PP, belum sepenuhnya mampu menghilangkan rasa cemas yang dirasakan keluarganya.
Lom Lom mengaku sejak kejadian tersebut pola tidurnya terganggu. Ia mengatakan kerap baru bisa beristirahat menjelang dini hari karena terus memikirkan keselamatan istri dan anak-anaknya.
“Sekarang tidurnya saya jam 4 saja tiap hari. Kalau kerugian imateriel tidak ternilai,” katanya.
Meski penyelidikan masih berlangsung, Lom Lom menyampaikan keyakinannya bahwa kerusakan kaca tersebut bukan akibat peluru nyasar. Menurutnya, posisi rumah dinas yang dikelilingi tembok tinggi membuat kemungkinan tersebut sangat kecil.
Ia juga menduga pelaku mengetahui letak kamar pribadinya. Namun demikian, dugaan tersebut masih merupakan pandangan pribadi dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidik.
“Pelakunya pemain kecil ini, pemain tidak profesional dan orang suruhan,” ucapnya.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Minggu malam, 14 Juni 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Sepulang dari kunjungan kerja di Kecamatan STM Hulu, Lom Lom menemukan pecahan kaca berserakan di lantai kamar dekat jendela rumah dinasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Inafis Polresta Deli Serdang bersama Laboratorium Forensik Polda Sumut telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap lokasi.
Hingga saat ini, kepolisian belum menyimpulkan apakah pecahnya kaca jendela tersebut disebabkan oleh tembakan senjata api atau faktor lainnya. Penyidik masih menunggu hasil uji Laboratorium Forensik sebagai dasar untuk memastikan penyebab kerusakan.
Lom Lom berharap proses penyelidikan dapat segera menemukan titik terang sehingga penyebab kejadian dapat dipastikan secara ilmiah dan pihak yang bertanggung jawab, apabila terbukti ada unsur pidana, dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian, dan masyarakat diimbau menunggu hasil resmi penyelidikan guna menghindari spekulasi maupun informasi yang belum terverifikasi.(Tedjo)




